Madiun

PPKM Diperpanjang, Siswa Baru ’’Dirumahkan’’

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang SMP kembali berantakan. Tingginya kasus korona memaksa pelaksanaan model belajar di kelas batal digelar mulai tahun ajaran baru 2021/2022 ini. Pun, ribuan siswa baru harus menjalani kegiatan belajar-mengajar secara daring dari rumah.

Tak hanya itu, visitasi SMP di dua kecamatan belum dapat dilaksanakan. ‘’Untuk jenjang SMP, 90 persen sudah tervisitasi,’’ kata Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Agus Widi Agung, Selasa (27/7).

Visitasi merupakan salah satu tahap pengecekan kesiapan sekolah menuju PTM. Untuk jenjang pendidikan SMP, kegiatan itu melibatkan satgas Covid-19 tingkat kecamatan. Visitasi sudah dilakukan sejak Mei. Namun, akhirnya terhenti bersamaan PPKM darurat mulai 3 Juli lalu. ‘’Yang belum divisitasi beberapa SMP di Kecamatan Gemarang dan Kebonsari,’’ sebutnya.

Agung mengatakan, visitasi sejumlah sekolah di dua kecamatan itu baru dilakukan saat kondisi telah kondusif. Sebab, juga perlu mendatangkan sejumlah siswa ke sekolah sebagai referensi. Salah satu poin penting yang harus siap dalam persiapan adalah alur keluar-masuk murid ketika PTM berlangsung. ‘’Di luar SMP di dua kecamatan itu semuanya sudah siap jika sewaktu-waktu diperbolehkan PTM,’’ tegasnya. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button