Madiun

PPKM Darurat, Syarat Nikah Diperketat

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat memang berat. Tapi, itu konsekuensi manakala masyarakat enggan mendisiplinkan diri menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Salah satu dampaknya, untuk melangsungkan akad nikah saja harus terhambat.

Sejak 3-20 Juli mendatang ijab kabul ditiadakan. Kecuali yang sudah mendaftar sebelum 3 Juli. Itu pun dengan aturan ketat. Baik di rumah maupun di kantor urusan agama (KUA). Hanya boleh diikuti atau membawa enam orang. Yakni, kedua mempelai, dua orang wali nikah, dan dua orang saksi.

Pun, semua wajib menunjukkan hasil negatif swab antigen yang berlaku 1×24 jam sebelum akad nikah. Aturan itu berdasarkan Inmendagri 19 Revisi Inmendagri 15. ‘’Kalau ada yang melanggar atau tidak memenuhi ketentuan, penghulu berhak menolak dan membatalkan akad nikah,’’ kata Kepala KUA Taman Pujiyanto, Kamis (15/7).

Ketentuan lainnya, calon pengantin (catin) disyaratkan menandatangani surat pernyataan bermeterai Rp 10 ribu. Isinya, sanggup mematuhi protokol kesehatan. Sedangkan untuk akad nikah di KUA selama PPKM darurat dilayani mulai pukul 08.00-14.00.
Pujiyanto mengungkapkan, sejak 4-20 Juli mendatang sudah ada sekitar 25 orang yang telah dan akan melangsungkan ijab kabul. ‘’Per hari yang mengikat janji suci dua sampai tiga catin,’’ ujarnya. (irs/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button