Advertorial

PPKM Darurat, Satgas Covid-19 Kota Madiun Gencarkan Operasi Yustisi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Imbauan larangan dine in selama masa PPKM Darurat ternyata tak diindahkan oleh sejumlah pelaku usaha tempat makan di Kota Madiun. Seperti yang terlihat di Jalan Kapuas, kawasan Stadion Wilis dan kompleks Stasiun Madiun pada Senin (5/7) malam. Petugas gabungan sempat mendapati beberapa warung di tiga titik tersebut tetap melayani makan di tempat bagi pengunjung. Selain itu, mereka buka melebihi batas jam operasional malam yang telah ditentukan.

Beberapa pemilik tempat makan tersebut kemudian diingatkan. Mereka diminta untuk sementara waktu mematuhi aturan PPKM Darurat. Bahkan, di salah satu warung yang ada di Jalan Kompol Sunaryo sempat ditutup oleh petugas. Alasannya karena berjualan melebihi pukul 20.00. Sejumlah pengunjung dan karyawan warung tersebut juga sempat dilakukan rapid test antigen. Hasilnya dua orang terindikasi positif Covid-19.

Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya Ayu Miko Saputri lantas meminta operasional warung itu ditutup untuk sementara selama tiga hari ke depan. Tujuannya untuk proses sterilisasi. Kemudian mereka yang terkonfirmasi positif korona berdasarkan hasil tes antigen disarankan untuk PCR. ‘’Kami tutup tempat usahanya untuk memberi efek jera,’’ katanya.

Adapun mereka yang positif Covid-19 itu selanjutnya dikarantina di Wisma Haji Kota Madiun. Pihaknya memastikan keduanya juga bakal dilakukan treatment oleh petugas dari dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana (dinkes-ppkb). ‘’Yang positif itu warga Gulun (Kejuron) dan Patihan,’’ ungkap Inda Raya.

Sejak dimulai penerapan PPKM Darurat, Satgas Covid-19 Kota Madiun telah melakukan patroli. Dan menertibkan beberapa pedagang yang dianggap tidak mematuhi aturan itu. Titik operasi pun dilakukan menyeluruh di tiga kecamatan. Meliputi Kartoharjo, Manguharjo dan Taman.

Inda Raya menyebut tindakan itu sebagai shock terapi kepada para pedagang agar mematuhi aturan PPKM Darurat. Yang mengharuskan pedagang hanya melayani take away dan tak boleh membuka layanan makan di tempat. ‘’Setiap hari pasti akan ada tindakan. Baik siang maupun malam,’’ ujarnya.

Selain gencar melakukan operasi yustisi, sejumlah jalan di Kota Madiun juga disekat untuk membatasi mobilitas masyarakat selama PPKM Darurat. Penyekatan penuh dilakukan di Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Seokarno-Hatta. Sedangkan, penyekatan tentatif saat malam berlaku di Jalan Pahlawan serta Jalan H Agus Salim.

Sebelumnya, pemkot juga telah memasangi tanda larangan duduk di kursi-kursi yang ada di sepanjang Pahlawan Street Center (PSC). Beberapa objek wisata buatan pemkot juga ditutup untuk sementara waktu guna mencegah kerumunan massa. Di sisi lain, dinas pendidikan juga menunda aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang sedianya akan dilaksanakan mulai 12 Juli mendatang. (her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button