Advertorial

PPKM Ampuh, Makin Banyak Daerah Turun Level

JAKARTA – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh daerah di Indonesia sejak Juli lalu menunjukkan progres positif. Di mana jumlah kasus aktif dan tingkat keterisian rumah sakit (BOR) kini menurun setelah berada di puncaknya pada 15 Juli 2021 lalu.
Jika melihat data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), per 23 Agustus 2021, total kasus Covid-19 secara nasional tercatat sebanyak 290.518 kasus. Wilayah di luar Jawa-Bali berkontribusi kasus aktif sebesar 52,3 persen dan sisanya di Jawa-Bali sebanyak 47,7 persen.

Penurunan kasus aktif secara nasional turun sebesar -35,17 persen (data 23 Agustus dibandingkan 9 Agustus 2021) dan terjadi di seluruh wilayah. Di mana penurunan tertinggi terjadi di wilayah Nusa Tenggara sebesar -47,07 persen, diikuti Jawa-Bali (-42,28 persen), Kalimantan (-31,30 persen), Sumatera (-25,72 persen), Sulawesi (-21,02 persen), Maluku dan Papua (-18,86 persen).

Sedangkan, tingkat kesembuhan (recovery rate) nasional mencapai 89,52 persen. Bahkan, lebih tinggi dari angka global 89,48 persen. Kesembuhan per wilayah adalah Jawa & Bali (91,59 persen), Nusa Tenggara (89,51 persen), Kalimantan (86,54 persen), Sulawesi (85,02 persen), Sumatera (84,40 persen), Maluku serta Papua (79,16 persen).

Sementara, tingkat kematian (CFR) per 23 Agustus 2021 masih terdapat beberapa daerah yang memiliki persentase di atas nasional sebesar 3,19 persen (CFR Global 2,09 persen). Data CFR per wilayah, yang masih di atas nasional adalah Jawa-Bali (3,33 persen) dan Sumatera (3,27 persen), sedangkan yang sudah di bawah CFR nasional adalah Kalimantan (3,04 persen), Sulawesi (2,41 persen), Nusa Tenggara (2,20 persen), Maluku dan Papua (1,55 persen).

Di samping itu, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) juga sudah membaik. Secara nasional BOR Covid-19 cukup rendah. Yaitu 32,9 persen (BOR Isolasi 31,5 persen dan BOR Intensif 46,9 persen). Untuk daerah Luar Jawa-Bali, angka BOR 41,6 persen dan tidak ada yang melebihi 60 persen. Sedangkan untuk wilayah Jawa-Bali BOR sekitar 27,7 persen.

Untuk menjaga BOR masih dapat dilakukan dengan meningkatkan konversi tempat tidur bagi pasien Covid-19 dan penyediaan fasilitas isolasi terpusat (isoter). Termasuk di antaranya penggunaan kapal Pelni (khusus untuk Isoter Luar Jawa-Bali). Untuk isoter Luar Jawa-Bali tersedia kapasitas 42.519 tempat tidur dengan BOR 27 persen (per 21 Agustus 2021).

Sementara, isoter kapal Pelni tersedia 3.596 tempat tidur yang tersebar di enam kapal. Meliputi KM Bukit Raya-Medan mempunyai 463 tempat tidur, KM Lawit-Lampung 437 tempat tidur, KM Umsini-Makassar 849 tempat tidur, KM Tatamailau-Bitung 458 tempat tidur, KM Sirimau-Sorong 460 tempat tidur, dan KM Tidar-Jayapura 929 tempat tidur.

Untuk luar Jawa Bali juga ada perkembangan level asesmen yang sedikit membaik. Di mana level asesmen provinsi Level 4 mengalami penurunan. Dari sebelumnya berjumlah 11 provinsi, kini menjadi tujuh provinsi. Perbaikan serupa juga berlaku di tingkat kabupaten/kota. Seperti PPKM Level 4 semula berlaku di 132 daerah kini tinggal 104 kabupaten/kota. Level 3 dari 215 daerah menjadi 234. Lalu, level 2 sebelumnya diterapkan di 39 daerah, kini hanya di 48 kabupaten/kota.

Dari 45 daerah yang menerapkan PPKM Level 4 (Periode 9-23 Agustus 2021), terdapat 11 daerah yang membaik dan turun level asesmennya dari level 4 menjadi 3. Antara lain, Bengkulu Utara, Merangin, Barito Kuala, Tulang Bawang Barat, Lampung Selatan, Lampung Barat, Ende, Sikka, Siak, Rokan Hulu, dan Dumai.

Sedangkan, 34 daerah lainnya masih tetap berada di Level 4 dan ditetapkan menjalankan PPKM Level 4 terhitung mulai 24 Agustus – 6 September 2021. ‘’PPKM ini akan terus berlaku selama pandemi. Penentuan levelnya akan menyesuaikan dengan kondisi dan perkembangan di masing-masing daerah dan berlaku setiap satu sampai dua minggu sekali berdasarkan rapat evaluasi yang dipimpin langsung oleh Presiden setiap minggunya,’’ jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers evaluasi dan penerapan PPKM secara virtual di Jakarta pada Senin (23/8) malam.

Untuk mobilitas masyarakat, mengalami penurunan cukup tajam selama periode 1 Juli sampai 18 Agustus 2021. Namun melandai dalam beberapa hari terakhir. Sehingga perlu ditekan kembali agar mobilitas masyarakat dapat dikendalikan sehingga penambahan kasus bisa minimal.

Khusus untuk 45 daerah PPKM Level 4 Luar Jawa-Bali, selama Agustus ini sudah terjadi penurunan mobilitas. Namun demikian, itu belum sesuai target. Masih terdapat 19 kabupaten/kota dengan penurunan mobilitas yang masih kurang dari 10 persen. Bahkan, delapan daerah lebih tinggi dari normal (baseline). Yaitu Pematang Siantar, Padang, Pekanbaru, Jambi, Bandar Lampung, Jayapura, Sumba Timur, dan Kota Kupang. Meski begotu, terdapat 3 daerah yang penurunannya cukup signifikan (>30 persen). Meliputi Kutai Kartanegara (-41,3 persen), Palu (-34,4 persen), serta Bengkulu Utara (-34,0 persen).

Selain itu, program vaksinasi nasional per 22 Agustus 2021 telah disuntikan sebanyak 90,61 juta dosis. Terdiri dari 57,96 juta suntikan pertama dan 32,2 juta dosis suntikan kedua. Serta 448,95 ribu suntikan ketiga untuk para tenaga kesehatan (nakes).

‘’Untuk melaksanakan strategi menjaga keseimbangn antara aspek kesehatan (penanganan Covid-19) dan aspek pemulihan ekonomi, pemerintah melakukan beberapa penyesuaian dalam pengaturan mobilitas dan aktivitas masyarakat dalam PPKM Level 4 di Luar Jawa Bali. Yang harus diingat bahwa seluruh aktivitas/kegiatan harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi,’’ tutur Airlanga.

Kemudian realisasi program perlindungan sosial (perlinsos), pemerintah telah menyalurkan program bantuan beras Bulog (10 kg per kepala keluarga) di 2021 dengan target 28,8 juta keluarga. Untuk tahap I selesai disalurkan 20 juta keluarga. Kemudian tahap 2 sebanyak 8,8 juta keluarga dalam proses penyaluran.

Lalu ada bantuan subsidi upah (BSU) (Rp1 juta per pekerja) dengan target 8,8 juta sektor non kritikal di PPKM level 3 dan 4 yang disalurkan dalam 5 tahap. Untuk tahap I telah selesai disalurkan untuk 947.669 penerima, dan tahap 2 untuk 1,25 juta pekerja sudah mulai disalurkan sejak 19 Agustus 2021.

Selain itu, ada Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) per 11 Ags 2021 yang sudah terealisasi penyalurannya sebesar Rp 14,21 triliun untuk 11,84 juta pelaku usaha mikro (92,52 persen dari total anggaran Rp15,36 triliun). Selanjutnya, Kartu Prakerja batch 18 yang pendaftarannya sudah berakhir pada 19 Agustus 2021. Saat ini terdapat 3.181.661 pendaftar sebelum kemudian diseleksi hanya menjadi 800.000 orang.

‘’Jumlah pendaftar kartu prakerja untuk batch 1–18 di tahun 2021 adalah 67,6 juta orang. Pada Semester 1 – 2021 (batch 12–17), jumlah penerimanya sebanyak 2.772.880 orang, dan pada Semester 2 – 2021 (batch 18–dst) jumlah penerimanya ditargetkan sebanyak 3,1 juta orang, dengan penambahan anggaran Rp1,2 triliun,” tandas Airlangga.

Turut hadir dalam konferensi pers tersebut, antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (don/her/adv)

Beberapa penyesuaian pengaturan untuk PPKM Level 4 di luar Jawa Bali

– Tempat kerja/perkantoran dapat melakukan WFO maksimal 25 persen dari kapasitas, dengan prokes secara ketat, dan bila menjadi klaster akan ditutup selama 5 hari.
– Tempat Ibadah dapat mengadakan kegiatan peribadatan, maksimal 25 persen dari kapasitas atau maksimal 30–50 orang dengan prokes secara ketat, dan memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama.
– Restoran/kafe diperbolehkan makan di tempat, dengan maksimal 25 persen kapasitas, dua orang per meja, dan pembatasan jam operasional hingga pukul 20.00.
– Pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan diizinkan beroperasi 50 persen dari kapasitas, jam operasional pukul 10.00 hingga 20.00, menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau penerapan protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah daerah.
– Fasilitas umum (area publik, taman/tempat wisata umum) diizinkan beroperasi 25 persen dari kapasitas, menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau penerapan protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah daerah.
– Kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan diizinkan beroperasi 25 persen dari kapasitas, menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau penerapan protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah daerah.
– Resepsi pernikahan dan hajatan (kemasyarakatan) maksimal 25 persen dari kapasitas atau 30 (tiga puluh) orang, tidak ada hidangan makanan di tempat, dengan penerapan protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah daerah.
– Industri orientasi ekspor dan penunjangnya, dapat beroperasi 100%, penerapan protokol kesehatan secara ketat, apabila menjadi klaster baru Covid-19 maka akan ditutup selama 5 hari.

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button