Mejayan

PPK Ragukan Dua Proyek RSUD Caruban Terselesaikan

TINGGAL 10 HARI MINUS 15 PERSEN

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Minus belasan persen, sanggupkah dua proyek RSUD Caruban terselesaikan sepuluh hari ke depan? Sesuai kontraknya, proyek gedung instalasi gawat darurat (IGD) terpadu dan rawat inap jiwa (RIJ) senilai Rp 17,6 miliar itu harus terselesaikan 29 Desember. ‘’Tinggal 10 hari, harus selesai 29 Desember nanti,’’ kata Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto saat inspeksi mendadak (sidak) Rabu (18/12).

Per akhir pekan lalu, progres IGD baru 86 persen dan RIJ 85 persen. Bahkan, gedung yang bakal menampung pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) itu minus satu persen dari target 86 persen. ‘’Deadline harus bisa ditepati 100 persen,’’ pintanya.

Orang nomor dua di lingkup pemkab itu membawa serta dua pejabat dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) dalam sidak. Plt Kepala DPUPR Arnowo Widjaja serta Kabid Tata Ruang dan Gedung DPUPR Boby Saktia Putra. Proyek IGD yang kali pertama didatangi sekitar pukul 10.00. Ditemani Direktur Utama (Dirut) RSUD Caruban Djoko Setijono dan pejabat pembuat komitmen (PPK) Ali Murtadho, rombongan langsung naik ke lantai dua. Wabup mengamati sejumlah ruangan sambil berinteraksi dengan pihak rekanan pelaksana PT Galakarya dan konsultan pengawas PT Kusuma Bangun Karya. Secara keseluruhan, gedung berbiaya Rp 13,9 miliar itu menyisakan tanggungan pekerjaan bagian dalam. Di antaranya, pengecatan, pemasangan instalasi listrik, dan kelengkapan pintu-jendela ruangan. Hari Wur juga naik ke lantai paling atas dan menengok bagian depan bangunan bercat dominan biru tersebut. ‘’Kalau kualitas sudah sesuai spek yang ditentukan. Seperti di ruangan operasi,’’ ungkapnya.

Sekitar 45 menit berselang, rombongan berpindah ke RIJ. Sejumlah pekerja masih mengerjakan bangunan luar. Seperti memasang paving dan keramik di lorong. Kondisi bagian dalam jauh lebih merisaukan. Plafon atap di sejumlah titik serta pintu-jendela belum dipasang secara menyeluruh. Rombongan sidak mendapati pemasangan genting lorong yang tidak sepenuhnya rapi. CV Tanjung Emas, penyedia jasa proyek senilai Rp 3,7 miliar, itu diminta ngebut bekerja. ‘’Karena realisasi pekerjaan RIJ masih belum tercapai, kami minta dipercepat,’’ ucap wabup.

Hari Wur memberi rekomendasi mengejar minus dengan menambah jumlah tenaga kerja. Mengingat sisa waktu kurang dari dua pekan. Pengerjaan tidak bisa santai, melainkan harus lembur sampai malam. ‘’Semoga bisa selesai 100 persen agar tidak ada pihak yang dirugikan,’’ ujarnya seraya menyebut hasil komunikasi dengan rekanan pelaksana, dalih penyebab minus dikarenakan hujan.

Sementara, Ali Murtadho menyatakan minus tinggi pengerjaan dua proyek itu terpantau sejak dua pekan lalu. Pihaknya berinisiatif meminta rekanan membuat program kerja (proker). Laporan yang memuat target dan capaian per hari itu sebagai bentuk pengendalian. Juga, kepastian bahwa rekanan pelaksana sanggup menyelesaikan tepat waktu. Mengingat progres kritis dengan sisa waktu yang mepet. ‘’Seharusnya seminggu terakhir itu sudah beres semua dan tinggal pembersihan. Tapi ini masih banyak kurangnya,’’ ungkapnya. (cor/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button