Madiun

PPDB SD-SMP Kota Madiun Dipusatkan di Gedung Adiwiyata

Surat Rekomendasi Harus Diambil Sendiri

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun –  Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SD dan SMP mulai dibuka Selasa (23/6). Diawali pemberian legalisasi atau rekomendasi piagam, sertifikat, serta perpindahan tugas orang tua yang bekerja sebagai ASN, TNI, Polri, BUMN, BUMD, maupun perusahaan swasta. Tahapan itu berlangsung hingga tiga hari ke depan.

Pantauan Jawa Pos Radar Madiun, sejumlah wali murid mulai mendatangi gedung Adiwiyata Dindik untuk meminta surat rekomendasi guna keperluan mendaftarkan anaknya sekolah di Kota Madiun. Siska Luluana, salah satunya. Untuk mendapatkan surat rekomendasi, dia telah membawa surat keterangan dari pimpinan tempat kerjanya, serta surat keputusan mutasi kerja dari tempatnya bekerja. ”Ikut jalur mutasi. Saya berharap mengurus surat-suratnya dipermudah,” kata pendatang asal Samarinda, Kalimantan Timur, itu.

Sekretaris Dindik Kota Madiun Sri Marhaendra Datta menerangkan, untuk mendapat rekomendasi syaratnya harus membawa sejumlah dokumen. Seperti piagam asli yang telah dilegalisasi, baik di tingkat kota, provinsi, nasional, maupun internasional. Sedangkan untuk mendapatkan surat rekomendasi jalur perpindahan tugas orang tua, wajib menyertakan surat keterangan atau surat keputusan mutasi dari pimpinan tempat bekerja. ‘’Sekarang tahapannya baru memberikan rekomendasi, baik jalur perpindahan tugas orang tua maupun prestasi hasil lomba, akademik maupun non-akademik,’’ kata Marhaendra.

Untuk mendapat rekomendasi, setiap orang tua atau wali murid harus datang langsung ke kantor dindik. Sebab, petugas yang melakukan verifikasi terbatas. Sehingga tidak dilaksanakan secara kolektif di masing-masing sekolah. ”Kita pastikan prosesnya berlangsung aman dengan menerapkan physical distancing,” ujarnya.

Surat rekomendasi itu digunakan sekolah asal untuk membuat personal identification number (PIN) sebagai bekal mendaftar ke sekolah yang dituju. PIN berisikan seluruh informasi calon siswa mulai data pribadi, alamat, titik koordinat tempat tinggal atau tempat bekerja orang tua, hingga skor dari prestasi yang diraih calon siswa. ‘’Ketika surat rekomendasi sudah didapatkan, nanti (pilihan) sekolahnya tinggal memasukkan dalam PIN,’’ terang Marhaendra.

Sesuai Peraturan Walikota (Perwal) 21/2020, tim verifikasi memberikan skor berdasarkan indikator yang telah ditetapkan. Untuk akademik perorangan tingkat kabupaten/kota juara I mendapatkan skor 15 persen, juara II 12 persen, juara III 10 persen. Tingkat provinsi juara I 36 persen, juara II 34 persen, dan juara III 30 persen. Tingkat nasional juara I 38 persen, juara II 36 persen, juara III 32 persen. Tingkat internasional masing-masing 40 persen, 38 persen, dan 34 persen. Untuk akademik beregu tingkat kabupaten/kota masing-masing 6 persen, 5 persen, dan juara III 4 persen.

Sedangkan penghitungan skor untuk non-akademik perorangan yakni tingkat kabupaten/kota juara I 7 persen, juara II 6 persen, juara III 5 persen. Tingkat provinsi juara I 25 persen, juara II 20 persen, dan juara III 15 persen. Sementara tingkat nasional masing-masing 27 persen, 22 persen, dan 17 persen. Tingkat internasional juara I 30 persen, juara II 24 persen, dan juara III 20 persen. Sedangkan beregu non-akademik tingkat kabupaten/kota juara I 5 persen, juara II 4 persen, dan juara II 3 persen. Provinsi masing-masing 9 persen, 7 persen, dan 5 persen. Tingkat nasional 15 persen, 12 persen, dan juara III 10 persen. (kid/c1/fin)

Ribuan Calon Siswa Tak Lolos Tahap Pertama

PENERIMAAN peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK tahap kedua ditutup hari ini (24/6). Sejak dibuka Senin (22/6), pendaftaran jalur zonasi itu diikuti ribuan calon siswa yang tak lolos pada tahap pertama.

Kuota tahap pertama yang berupa jalur afirmasi, prestasi non-akademik, dan perpindahan orang tua hanya 25 persen. Sedangkan tahap kedua, tersedia kuota 1.921 kursi dari lima SMA negeri dan lima SMK negeri di Kota Madiun. ”Tahap kedua ini kuotanya 50 persen,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Madiun Supardi Selasa (23/6).

Supardi menjelaskan, pagu PPDB  2020/2021 ini diusulkan sebanyak 3.842 siswa baru. Sebanyak 1.462 siswa baru untuk lima SMAN dan 2.380 siswa baru untuk lima SMKN. ”Wali siswa jangan khawatir tidak mendapatkan sekolah di tahun ajaran baru ini,” ujarnya.

Tiga tahap pendaftaran yang diselenggarakan tahun ini mengantisipasi siswa tidak mendapatkan sekolah seperti tahun lalu. Jika calon siswa tak lolos dua tahapan awal, masih berkesempatan mengikuti tahapan terakhir. ”Bisa mengikuti jalur prestasi dengan menyertakan rata-rata nilai rapor dari semester 1-5,” terangnya.

Pada tahap kedua, tidak ada jarak maksimal untuk jalur zonasi. Di Kota Madiun hanya terdapat satu zonasi. Meski demikian, calon peserta didik hanya diperbolehkan mendaftar pada tiga sekolah yang telah direkomendasikan oleh sistem. Rekomendasi tiga sekolah itu berdasarkan jarak terdekat lokasi sekolah dari titik lokasi domisili calon peserta didik yang telah diinput saat pengambilan PIN. ”Pengumuman siapa yang lolos jalur zonasi akan diumumkan 25 Juni mendatang pada pukul 01.00,” jelasnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close