NgawiPendidikan

PPDB SD Negeri di Ngawi Terkendala Pandemi

Lebih Sulit Menjaring Calon Siswa

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SD tahun ini menggunakan sistem online akibat adanya pandemi Covid-19. Metode pendaftaran non-tatap muka itu membuat sekolah membutuhkan waktu lama untuk menjaring siswa. ‘’Biasanya dibuka tiga hari langsung penuh, ini sudah satu minggu (pagu) belum terpenuhi,’’ keluh Kepala SDN Karangtengah 4 Sulastri Kamis (2/7).

Dia menjelaskan, tahun ini sekolahnya membuka tiga rombongan belajar kelas I. Masing-masing kelas 28 siswa. Beruntung, meski informasi pendaftaran hanya disampaikan melalui media sosial, jumlah pagu sudah hampir terpenuhi. ‘’’Hanya kurang dua siswa dari total pagu 84,’’ sebutnya.

Namun, diakuinya, secara umum animo warga menyekolahkan anaknya di SD negeri sedikit berkurang. Minat sebagian masyarakat menyekolahkan anaknya di sekolah berbasis agama dan lembaga pendidikan swasta disebutnya semakin meningkat. ‘’Jam pelajaran di sekolah swasta biasanya juga lebih panjang. Itu yang menjadi daya tarik tersendiri,’’ imbuhnya.

Hal senada dilontarkan Sri Adiputri, kepala SDN Pelem 1. Menurutnya, PPDB tahun ini lebih berat dibanding sebelumnya lantaran adanya pandemi Covid-19. ‘’Kami benar-benar harus bekerja keras (dalam menjaring calon siswa) karena proses sosialisasi tidak dapat dilakukan secara langsung,’’ tuturnya. (mg1/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button