Ngawi

PPDB Ngawi, Pagu Enam SMA Negeri Tak Terpenuhi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Hasil sementara penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2021 SMAN jalur zonasi di Ngawi tanpa kejutan. Empat lembaga pendidikan yang dicap unggulan mampu memenuhi pagu siswa sejak hari pertama pendaftaran Jumat (28/5).

Sedangkan nasib keterisian pagu enam lembaga lainnya ditentukan hari ini. ‘’Pada hari pertama masih didominasi SMA berlabel favorit,’’ kata Dyan Saptohadi, koordinator PPDB 2021/2022 Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Ngawi.

Data dari laman PPDB Jatim per pukul 18.00, SMAN 1 Sine paling minim pendaftar. Dari kuota pagu 164 siswa, lembaga itu baru menerima 55 pendaftar. Sehingga membutuhkan tambahan 120 pendaftar. Kekurangan paling sedikit di SMAN 1 Ngrambe. Lembaga itu butuh 27 calon peserta didik untuk memenuhi pagu 153 siswa. Enam SMAN itu agaknya harus menunggu hingga detik terakhir. Sebab, total kekurangannya 459 pendaftar (selengkapnya lihat grafis).

Menurut Dyan, penyebab pagu enam SMAN belum terpenuhi karena kebanyakan berada di wilayah pinggiran. Contohnya, SMAN 1 Kwadungan dan Kwadungan yang berada di sisi timur kabupaten ini.

Selain itu, jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan enam lembaga itu relatif cukup jauh. Di SMAN 1 Karangjati, misalnya. Rentang jarak terdekat dan terjauh 39 kilometer. ‘’Lihat saja besok (hari ini, Red) terpenuhi atau tidaknya sisa kuota,’’ ujarnya.

Dia tidak memungkiri masih adanya paradigma sekolah favorit punya kualitas pendidikan lebih baik. Fenomena itu coba dikikis lewat sistem zonasi yang notabene tujuannya memeratakan kualitas sekolah. ‘’Ya, karena orang tua tentu inginnya anak dapat pendidikan yang terbaik,’’ ucapnya.

Adapun empat lembaga yang telah terpenuhi pagunya adalah SMAN 1 dan 2 Ngawi. Lalu, SMAN 1 Jogorogo dan 1 Widodaren. Dyan menyebut, persaingan pendaftar di empat lembaga itu cukup ketat. Pemeringkatan dengan jarak terjauh sekitar tiga kilometer. ‘’Kuota empat lembaga itu sudah terpenuhi sebelum pendaftaran hari pertama ditutup pukul 23.59,’’ paparnya.

Sementara, pendaftaran jalur zonasi SMK selesai Selasa lalu (25/5). Hanya SMKN Karanganyar dari 11 lembaga yang pagunya tidak terpenuhi. ‘’Dari total pagu 34 siswa, tidak ada satu pun yang mendaftar,’’ ungkap Dyan. (sae/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button