Ngawi

PPDB Ngawi, Pagu 48 SMP Tak Terpenuhi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Keterisian pagu siswa SMP negeri pelaksana penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2021/2022 tahap pertama di Ngawi tidak sesuai ekspektasi. Sebanyak 50 SMPN menjaring 6.115 calon peserta didik hasil pendaftaran dari tiga jalur yang telah dibuka pekan lalu. Persentasenya 71,23 persen dari total pagu 8.352 siswa.

Padahal, dinas pendidikan (dindik) memasang batas ideal keterisian 75 persen. Sehingga, ada defisit 3,77 persen yang harus dipenuhi saat pelaksanaan PPDB tahap kedua jalur prestasi hari ini dan besok (11/6). ‘’Masih kurang 2.197 calon siswa agar pagunya terpenuhi 100 persen,’’ kata Kabid Pendidikan Menengah Dindik Ngawi Samirun, Kamis (10/6).

Hasil PPDB tahap pertama dari jalur zonasi, afirmasi, dan perpindahan orang tua diumumkan kemarin. Sebetulnya ada 6.306 pendaftar. Namun, berkurang menjadi 6.115 setelah proses validasi dan verifikasi. ‘’Idealnya keterpenuhan pagu tahap pertama 75 persen karena minimal jalur zonasi 50 persen, afirmasi 15 persen, dan perpindahan orang tua 5 persen,’’ terangnya.

Hanya dua dari 50 SMPN yang pagunya telah terpenuhi. Yakni, SMPN 2 Paron dan 5 Ngawi. Karena kuota sudah penuh, kedua lembaga itu tidak boleh membuka pendaftaran PPDB tahap kedua. Sedangkan sisa 48 SMPN hasil pendaftarannya tidak memuaskan. ‘’Pendaftaran jalur prestasi bisa dimanfaatkan 48 SMP untuk memenuhi pagu,’’ ucapnya seraya menaksir masih ada sekitar 3.000 dari 9.533 siswa lulusan SD yang belum mendaftar. (sae/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button