MadiunPendidikan

PPDB: 36 SDN di Kota Madiun Nihil Pendaftar

Persaingan Sengit PPDB SMPN Dimulai Hari Ini

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahap I berakhir pukul 16.00 Selasa (30/6). Dari total 56 SDN di Kota Madiun, 36 sekolah nihil pendaftar. Jenjang SMPN, dari total 14 sekolah, persentase pendaftar mencapai 30 persen.

Sebanyak 36 SDN nihil pendaftar itu tersebar merata di tiga kecamatan. Meliputi Manguharjo (8 SDN), Kartoharjo (13 SDN) dan Taman (15 SDN). Berkaca dari lesunya animo pendaftaran tahap I ini, lonjakan pendaftar diprediksi berlangsung pada tahap II yang mulai dibuka mulai tiga hari ini (1-3/7). ‘’Mayoritas SDN yang sudah terisi memiliki dua rombel (rombongan belajar, Red),’’ kata Kabid Pendidikan Dasar (Pendas) Dindik Kota Madiun Slamet Hariyadi.

Beberapa faktor yang melatarbelakangi minimnya pendaftar SDN pada tahap I ini. Pertama, calon siswa tidak masuk kriteria jalur afirmasi sehingga tidak dapat mendaftar pada jalur tersebut. Kedua, minimnya perpindahan tugas orang tua sehingga siswa yang mendaftar jalur tersebut minim. PPDB SDN juga tidak membuka jalur prestasi. Karena itu, Hariyadi memperkirakan pendaftaran baru membeludak pada tahap II. Tahap ini dikhususkan jalur zonasi. ‘’Jalur mutasi tugas orang tua hanya terisi 3 persen,’’ ujarnya.

 ‘’Kenapa kok belum banyak yang daftar, diperkirakan juga memilih pada tahap II ini,’’ tuturnya.

Sedangkan PPDB SMPN tahap I telah memenuhi kuota. Jalur afirmasi 15 persen, prestasi 15 persen, dan mutasi kerja orang tua 15 persen. Rekapitulasi laman PPDB Kota Madiun, pendaftar yang diterima di 14 SMPN sebanyak 733 siswa. Perinciannya, jalur afirmasi 434 siswa, prestasi 274 siswa, dan mutasi kerja orang tua 25 siswa. ‘’Masyarakat tidak perlu khawatir anaknya tidak bisa diterima,’’ ucapnya.

Jaminan pemenuhan tempat pendidikan itu mendasar perbandingan total pagu SMPN yang lebih banyak ketimbang jumlah lulusan siswa SDN. Tahun ini, lulusan SDN sebanyak 2.611. Sementara MI sebanyak 972 siswa. Adapun total pagu SMPN mencapai 2.910 siswa. ‘’Semua sekolah itu favorit. Toh fasilitas di semua SMPN itu dicukupi dengan program dari APBD yang sama,’’ ungkapnya.

Dia menyarankan orang tua fokus mendaftarkan anaknya melalui jalur zonasi. Tentunya dengan memilih sekolah yang jaraknya terdekat dengan rumah. Sehingga peluang diterima semakin besar. ‘’Dengan demikian, sisi keamanan terpenuhi. Keselamatan anak menjadi hal utama mulai berangkat hingga pulang sekolah,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close