MadiunPendidikan

PPDB 2019: Dindik Telusuri Praktik Rekayasa Surat Domisili

MADIUN – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun merasa kecolongan. Ini terkait dugaan praktik rekayasa surat keterangan domisili dalam jumlah masif. Dindik juga mendapat laporan dari sejumlah kelurahan. ’’Siapa yang mengira jika ternyata surat keterangan domisili itu akan dipakai wali murid mensiasati PPDB,’’ kata Eni Yuanawati, kabid pendidikan dasar, Dindik Kota Madiun kepada Radar Madiun.

Eni mengakui, memang terjadi  kantor kelurahan ‘’mendadak’’ ramai didatangi wali murid yang mengajukan surat keterangan domisili yang berdekatan dengan alamat sekolah favorit. Carannya, dengan memanfaatkan alamat rumah saudaranya demi anak bisa bersekolah yang favorit sesuai dengan keinginan orang tua. ’’Kami juga banyak mendapat telepon dari pegawai kelurahan terkait PPDB,’’ selorohnya.

Berangkat dari masalah itu, kata dia, dindik mengambil langkah tegas. Segala permasalahan di lapangan yang ditemui selama proses PPDB menjadi bahan evaluasi. Penelusuran juga dilakukan. Jika ternyata  penggunaan surat keterangan domisili itu disalahgunakan maka tahun berikutnya cukup disertai surat keterangan pindah tugas. ’’Karena kami memfasilitasi surat keteangan domisili itu untuk  masyarakat (TNI, POLRI, ASN Pemkot, lulusan TK/RA Kota Madiun) yang bekerja minimal satu tahun di Kota Madiun. Ini sudah rumahnya di Kota Madiun buat surat itu untuk geser ke sekolah yang diinginkan,’’ ujarnya.

Sampai pelaksanaan pendaftaran PPDB hari terakhir dindik masih ramai didatangi wali murid yang mengaku tak kunjung mendapatkan sekolah. Kendati sudah memanfaatkan kesempatan kedua. Oleh karena itu, kata dia, semua pelajar tersebut telah didata dindik untuk kemudian ditindaklanjuti ke wali kota Madiun. ’’Sampai siang tadi ada sekitar 10 anak,’’  paparnya. (dil/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close