Opini

Potensi Baru

SEPEKAN terakhir saya banyak berkeliling ke kelurahan. Seperti biasa, sambil bersepeda. Saya ajak serta sejumlah kepala OPD. Tak hanya berkeliling. Saya juga meresmikan sejumlah tempat baru. Ada RTH Taman Asri di Kelurahan Taman, RTH Respati Manis di Kelurahan Manisrejo, dan RTH Merak Indah di Kelurahan Nambangan Kidul. Ada satu RTH lagi yang juga selesai pemugaran. Yakni, Monumen Peta di Jalan Diponegoro. Yang dekat Busbow itu.

Selain RTH, saya juga meninjau dan meresmikan lapak UMKM kelurahan. Ada Lapak Simpang Lima Bunderan (Simander), Lapak Donopuran Taman, dan terbaru Lapak UMKM Sendang Gayam Kelurahan Kartoharjo serta Lapak UMKM Bumi Semendung di Kelurahan Klegen. Tempat-tempat itu luar biasa. Pembangunan lanjutan pada tahun anggaran ini telah selesai. Perubahannya luar biasa jika dibanding tahun lalu. Fasilitas sudah semakin komplet. Areanya juga tambah luas. Bisa menampung lebih banyak pedagang.

Seperti di Kelurahan Klegen yang dapat menampung 35 pelaku UMKM saat ini. Bayangkan, satu program bisa membantu puluhan masyarakat sekaligus. Itu baru di satu lapak. Padahal, kita punya 27 lapak. Ada di tiap kelurahan. Bahkan, ada yang lebih dari satu. Seperti di Kelurahan Taman. Lapak UMKM Kelurahan Taman ada di dekat lapangan Ciliwung. Tetapi, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga juga punya lokasi serupa di areal Masjid Taman. Di sana juga menampung banyak pedagang lokal.

Saya memang gemar membuka tempat-tempat baru. Tempat-tempat yang bisa memunculkan potensi ekonomi. Sengaja, karena memang di situlah ladangnya masyarakat kota. Wilayah perkotaan tidak punya banyak potensi alam. Kita keterbatasan lahan. Berbeda dengan wilayah kabupaten yang memiliki lahan luas. Punya banyak lahan yang dapat diolah. Karenanya, bidang pertanian dan perkebunan cukup berpotensi besar. Sebaliknya untuk wilayah perkotaan. Tak salah jika ada yang menyebut kota kita sebagai kota jasa.

Memang itu yang bisa kita suguhkan. Mulai jasa di bidang kuliner, hiburan, dan lain sebagainya. Karena ada banyak tempat-tempat menarik di kota kita. Kita benahi agar orang mau datang. Sering saya katakan, kota kita dikelilingi tujuh kabupaten dengan lebih dari 7,5 juta penduduk. Itu pasar kita. Kita harus menarik agar mereka mau datang. Tidak sekadar datang, tetapi juga membuang uang di sini. Membelanjakan uangnya di kota kita. Dengan begitu, perputaran ekonomi di kota kita semakin besar. Ekonomi meningkat, masyarakat sejahtera. Muaranya di situ. Mewujudkan masyarakat sejahtera. Itu sesuai dengan visi saya.

Nah, potensi-potensi baru itu harus terus kita munculkan. Baik lokasi maupun produk-produknya. Di Kelurahan Demangan ada satu petilasan yang berkaitan dengan sejarah kota kita. Ada petilasan Patih Gringsing di sana. Saya salut dengan masyarakat sekitar yang sudah nguri-uri petilasan itu. Beberapa barang peninggalan juga masih disimpan rapi. Ke depan, akan kita percantik petilasan itu. Tetap bergaya kuno untuk menjaga kesakralannya. Kalau banyak yang datang, itu juga akan menghasilkan bagi masyarakat sekitar. Bisa juga kita jadikan satu paket wisata religi dengan Makam Kuncen dan Taman.

Dari segi produk, ada banyak barang dan makanan yang bermunculan. Di kota kita ternyata ada perajin kulit kualitas ekspor. Produknya laris manis di negeri Singapura, Kanada, dan Amerika. Itu luar biasa. Semoga ada beragam produk serupa yang juga sampai di negeri orang. Di bidang kuliner, ada pipes kopyor produk Lapak UMKM Bumi Semendung Klegen. Ini aneh tapi enak. Ada campuran roti tawar, irisan kelapa muda, dan santan yang dibungkus daun pisang lalu dikukus. Tapi, rasanya luar biasa. Legit dan gurih. Enak pokoknya. Saya minta produk itu terus dipromosikan.

Saya optimistis ada banyak produk serupa yang masih belum terekspos. Lapak UMKM kelurahan ini merupakan salah satu sarana yang pemerintah berikan untuk menggali potensi lokal tersebut. Ternyata ada banyak produk unggulan di masyarakat. Semua lapak harus memiliki produk unggulannya masing-masing. Agar banyak pilihan. Agar pengunjung tidak cepat bosan.

Dari segi SDM juga kita perhatikan. Pelatihan kepada PKL dan pedagang pasar sudah kita lakukan. Ke depan, juga menyentuh pelaku usaha yang lain. SDM ini juga penting. Infrastruktur bagus, produk enak, jadi kurang diminati kalau pelayanannya kurang baik. Itu bahaya untuk kelangsungan ke depannya. Orang jadi enggan datang. Parahnya, jika itu disebarluaskan. Karenanya, selalu saya tekankan kepada masyarakat untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Sudah cukup banyak potensi baru yang bermunculan. Mari kita optimalkan dengan juga memberikan pelayanan yang maksimal. (*)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button