features

Pot Stirofoam, Ide ’’Gila’’ Terbaru Totok Sumaryoto

Pandemi Covid-19 tidak lantas membuat Totok Sumaryoto kehilangan kreativitas. Ada saja ide pria 62 tahun itu untuk membuat sesuatu yang unik. Kali ini dia menyulap limbah stirofoam elastik menjadi pot bunga.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

POT warna-warni berbagai ukuran tampak berjajar di halaman rumah Totok Sumaryoto. Tidak seperti jenis konvensional, pot buatan pria 62 tahun itu bentuknya menyerupai bebatuan alam. Sebagian lainnya berbentuk batang kayu. ‘’Bahannya dari limbah stirofoam,’’ kata Totok.
Di halaman rumah yang telah disulap menjadi tempat berkarya yang diberi nama Gubuk Rembuk itulah Totok menyulap limbah stirofoam elastik menjadi pot unik. ‘’Dari kecil sudah biasa membuat barang tertentu dari barang bekas,’’ ungkapnya.

Totok tidak mengalami kesulitan berarti menyulap stirofoam elastik menjadi pot. Sebab, sebelumnya pernah membuat barang serupa dari limbah handuk. ‘’Langkah pertama memotong stirofoam sesuai bentuk yang diinginkan,’’ ujarnya menjelaskan proses pembuatan pot stirofoam.

Setelah stirofoam terbentuk, lalu disatukan menggunakan lem. Jika sudah rekat betul, permukaannya disulut api untuk menghasilkan tekstur yang unik. Lantaran antar sambungan biasanya masih renggang, Totok menutupnya dengan semen dan lem. ‘’Lalu, dicat hitam sebagai warna dasar. Selanjutnya, dipadukan dengan warna lain sesuai selera,’’ terangnya.

Tahap selanjutnya adalah dijemur selama satu jam dan terakhir finishing. Agar tahan lama alias awet, Totok tidak lupa melapisinya dengan formula khusus. ‘’Waktu pembuatannya tidak pasti. Kadang sehari bisa menyelesaikan empat pot. Kadang juga tiga hari belum selesai karena saya anggap belum sempurna,’’ tuturnya.

Totok awalnya membuat kerajinan stirofoam elastik dari bekas pelindung barang elektronik itu tidak untuk dijual. Melainkan sekadar untuk kepuasan pribadi. Namun, ternyata banyak orang berminat. Meski begitu, dia tidak mematok harga untuk pot unik karyanya. ‘’Ada orang Kabupaten Madiun, Malang, Sidoarjo, Pacitan, yang datang ke sini. Mereka ngasih uang seikhlasnya,’’ ungkap warga Jalan Thamrin, Klegen, Kartoharjo, itu. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button