Magetan

Positif Kasus Korona, Magetan Status Siaga

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Pandemi Covid-19 menular hingga Magetan. Jumat (20/3) seorang warga asal Kecamatan Ngariboyo dinyatakan positif terjangkit virus yang telah merenggut nyawa 32 orang di tanah air terhitung pada hari yang sama.

Warga itu merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD dr Soedono, Madiun. Sebelumnya sempat terlibat kontak fisik dengan pasien positif korona yang meninggal di RSUD Moewardi, Solo, Jawa Tengah (berita terkait baca halaman Radar Madiun).

Bupati Suprawoto pun menetapkan status kabupaten ini menjadi siaga virus yang oleh pemerintah pusat dinyatakan sebagai bencana non-alam itu. ‘’Statusnya sekarang siaga,’’ kata bupati dalam rilis pers kemarin.

Sayangnya, Kang Woto, sapaan akrab Suprawoto, tidak berbicara banyak perihal langkah konkret pihaknya atas penentuan status siaga tersebut. Mulai rencana penanggulangan, mekanisme penanganan, hingga sejauh mana potensi naik level menjadi darurat.

Yang jelas, tersirat dalam Undang-Undang (UU) 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana. Dengan menetapkan status siaga, pemkab harus siap bekerja 24 jam dalam tujuh hari. Mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk menyelamatkan warganya dari ancaman Covid-19.

Kang Woto hanya menjelaskan hal normatif. Salah satunya meminta warga kabupaten ini tidak panik. Virus asal Wuhan, Tiongkok, itu bisa dilawan dengan sistem imun yang baik. Pasien terkait yang kondisinya terus membaik dijadikan alat bukti. ‘’Yang bersangkutan dinyatakan positif, tapi kondisinya baik,’’ ujarnya.

Selain meminta tetap tenang, bupati meminta warga yang tinggal di Kecamatan Ngariboyo beribadah di rumah. Keputusan itu hasil berunding dengan tokoh masyarakat dan pemuka agama wilayah setempat. ‘’Jauhi tempat-tempat yang sifatnya mengundang kerumunan untuk sementara waktu,’’ pinta mantan sekjen Kemkominfo itu seraya menekankan kepatuhan kebijakan social distancing untuk wilayah lainnya.

Kang Woto menyebut, 17 orang dengan risiko (ODR) asal Magetan dinyatakan negatif korona. Hasil dari uji sampel darah dan nasofaring. Mereka adalah keluarga, teman, dan korban yang sempat berinteraksi dengan korban dan PDP sebelumnya. Saat ini masih diisolasi di rumah. Belum diperbolehkan beraktivitas seperti semula hingga pekan depan. ‘’Bakal ada evaluasi setelah dua pekan isolasi,’’ tuturnya. (bel/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close