Ponorogo

Porang, Komoditas Langka Buruan Mancanegara

PONOROGO – Warga Sumbawa benar-benar kepincut dengan budi daya porang di Selur, Ngrayun. Usai tim Wabup Sumbawa Mahmud Abdullah berkunjung awal Mei lalu, giliran petani dari Tana Intan Bulaeng –sebutan Sumbawa- mengunjungi Selur Selasa (23/7). Mendalami teknik budi daya porang kepada petani setempat. ‘’Di Sumbawa, budi daya porang baru dirintis oleh Pak Wabup (Mahmud, Red),’’ kata Deden Hayatudin, petani asal Sumbawa.

Karenanya, Deden diutus berguru ke petani-petani porang di Selur. Sebenarnya, awal Mei lalu, Mahmud juga membawa sejumlah petani untuk belajar langsung di Bumi Reyog. Namun, ilmu yang didapat dirasa masih kurang. Sebab, di Sumbawa mereka baru merintisnya. ‘’Di Sumbawa, porang tumbuh liar di hutan. Belum dibudi daya,’’ ujarnya.

Belakangan, lanjut Deden, Mahmud memulai budi daya secara masif di daerah yang dia pimpin. Mahmud membuka 20 hektare lahan untuk merintis pertanian porang. Selain belajar mengenai teknis budi daya, petani asal Sumbawa juga perlu mendapat akses ke para pengepul atau pabrik pengolahan porang secara langsung. ‘’Kami harapkan porang bisa benar-benar dibudi daya secara masif. Sejauh ini, petani masih dominan menanam jagung atau kacang hijau,’’ tuturnya.

Di Selur, Deden cs ditemui Marnianto, petani porang setempat yang sudah cukup sukses. Para petani dua daerah itu saling berdiskusi cukup panjang terkait tanaman yang kabarnya diekspor sampai Jepang itu. Hingga kini, Marnianto sendiri telah membuka lima hektare lahan untuk pertanian porang. Marnianto juga orang yang menerima kunjungan Mahmud dan Dahlan Iskan, awal Mei lalu. ‘’Sebenarnya membudi daya porang tidak terlalu sulit. Hasilnya juga cukup menggiurkan,’’ ungkapnya.

Dulu, awal merintis porang di Selur tidak begitu banyak menarik animo warga setempat. Baru setelah hasil dari panen diperoleh, warga sekitar berduyun-duyun kepincut ikut menanam. Pengepul pun berdatangan. Alhasil, petani tak kesulitan menjual produk pertaniannya. ‘’Porang itu komoditas yang masih langka. Tapi, permintaan dari industri cukup tinggi. Kami mendorong komoditas ini terus dikembangkan,’’ pungkasnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close