Ponorogo

Ponorogo Zona Merah, PPKM Diperketat

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kasus persebaran Covid-19 di Ponorogo memerah. Kondisi itu memaksa pemkab melakukan langkah pengetatan. Wakil Bupati (Wabup) Ponorogo Lisdyarita menyebut, masyarakat masih abai mematuhi protokol kesehatan.

Namun, Lisdyarita tidak sempat menyinggung bagaimana upaya pemkab mengimbanginya dengan tracing (pelacakan), testing (pemeriksaan dini), dan treatment (perawatan) atau 3T untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Wabup sebatas menegaskan bakal mengencangkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Aturan main menyesuaikan pembatasan di zona merah. ‘’Seperti awal-awal PPKM dulu. Peraturan lebih ketat dengan pengawasan yang maksimal dari petugas. Kalau perlu lampu dimatikan kembali untuk mengurangi mobilitas masyarakat,’’ terangnya, Jumat (25/6).

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo Heni Lestari mengumumkan bahwa dari 127 ranjang isolasi di lima rumah sakit rujukan pasien Covid-19 sudah terisi 120 pada Rabu (23/6) lalu. Pun, tingkat keterisian ranjang atau bed occupancy ratio (BOR) ruang ICU rumah sakit rujukan mencapai 81 persen. Terisi 21 pasien dari 26 kapasitas ranjang yang tersedia. (mg4/c1/hw/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button