Ponorogo

Ponorogo Darurat Covid-19, Tambah 132 Kasus Aktif dan 15 Kematian Sehari

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kondisi sedang tidak baik-baik saja. Virus korona menjangkit tak kenal ampun dan tanpa perasaan kasih serta sayang. Angka penularan Covid-19 di Ponorogo sudah menyentuh angka psikologis 5.000. Nominal persisnya 5.315 orang terkonfirmasi terinfeksi coronavirus. Pun, rekor pecah lagi karena kemarin (9/7) tercatat tambahan 132 kasus aktif.

Sirine bahaya kian nyaring bersamaan data lansiran Jatim Tanggap Covid-19 yang kemarin mencatat ada 15 pasien meninggal akibat terpapar virus korona. Selama pandemi, 568 nyawa melayang. Itu belum terhitung jenazah yang harus dimakamkan dengan prosedur Covid-19 karena berstatus probable, suspect, dan positif dari rapid antigen.

Munculnya indikasi virus varian baru dengan transmisi cepat dan tingkat risiko kematian tinggi yang kena tuding menjadi biang keladinya. ‘’Indikasi virus varian baru sudah masuk Ponorogo, persebaran dan penularannya cepat. Faktanya, dua atau tiga hari setelah pasien dinyatakan positif akhirnya meninggal dunia,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Pramono, Sabtu (10/7).

Sekda mengungkapkan, adanya kecenderungan catatan kasus aktif dan kematian tidak jauh dari kontak erat. Klaster keluarga menjadi penyumbang tertinggi penambahan kasus aktif dan kematian akhir-akhir ini. Celakanya, kondisi itu tidak mampu diimbangi dengan naiknya tingkat kesembuhan. ‘’Tingkat kesembuhan justru mengalami penurunan. Pemerintah daerah berupaya semaksimal mungkin memberikan fasilitas perawatan kepada pasien Covid-19,’’ jelasnya.

Agus Pram –sapaan Agus Pramono- yang juga pelaksana tugas (Plt) Kadinkes dan sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 itu menyebut bahwa tren peningkatan kasus aktif dan kematian tidak hanya terjadi di Ponorogo. Nyaris seluruh daerah di Jawa Timur (Jatim) mengalami keadaan yang sama hingga perlu pembatasan kegiatan dan mobilitas masyarakat. ‘’Itu kenapa PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, Red) darurat akhirnya diterapkan,’’ terangnya.

Sekda meminta khalayak memahami situasi dan kondisi persebaran Covid-19. PPKM darurat bertujuan menjaga kesehatan dan keselamatan bersama. Jika aktivitas sosial tetap berlangsung normal, maka persebaran dan penularan virus tidak akan ada habisnya yang risiko buruknya adalah angka kematian terus meningkat. ‘’Prokes (protokol kesehatan, Red) menjadi kunci pencegahan. Sebaiknya tidak keluar rumah kalau tidak dalam kondisi mendesak,’’ pintanya. (mg4/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button