Pacitan

Ponkeskdes Dirintis Pakde Karwo, Dibubarkan Khofifah

45 Perawat Wadul Dewan Minta Kejelasan Masa Depan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Masa depan perawat yang bertugas di pondok kesehatan desa (ponkesdes) suram. Sebelas tahun jalan, lembaga rintisan pemerintah provinsi (pemprov) itu bakal dibubarkan.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pacitan Rahmadi mengatakan, pemprov telah melayangkan surat yang menyatakan bahwa ponkendes berakhir Desember 2021. Otomatis pemprov tak lagi ’’mempekerjakan’’ perawat ponkesdes yang bertugas melakukan edukasi kesehatan di desa-desa. Padahal, sebelas tahun terakhir mereka telah mencurahkan waktunya untuk mengabdi di dunia kesehatan. Bahkan, menjadikan profesi tersebut sebagai sumber pendapatan. ‘’Para perawat kebingungan kalau programnya dihentikan, kelanjutannya bagaimana,’’ kata Rahmadi, Senin (4/10).

Ponkesdes tersebar di 45 desa di 12 kecamatan. Saban bulan perawatnya digaji Rp 1,5 juta dari pemprov ditambah dana sharing pemkab Rp 450 ribu. Namun, masa penerimaan upah itu tinggal beberapa bulan ke depan. Seiring dibubarkannya program kesehatan yang menaunginya. ‘’Kontraknya sampai akhir Desember. Kami wadul dewan untuk membantu memberikan kejelasan nasib anggota kami,’’ papar perawat RSUD dr Darsono Pacitan itu.

Sejatinya, angan perawat ponkesdes tak muluk-muluk. Minimal masih berkesempatan mendapatkan slot CPNS maupun PPPK pada 2022 mendatang. Hingga sanggup mencari kesempatan kerja baru. Atau, Bupati Indrata Nur Bayuaji sudi melanjutkan program yang diawali dan diakhiri pemprov tersebut. Minimal mengakomodasi perjuangan tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda depan di desa-desa. ‘’Sebenarnya pengin jadi PNS, tapi kebanyakan usianya sudah di atas 35 tahun. Sementara tahun ini tidak ada lowongan PPPK kesehatan,‘’ ungkap Rahmadi. (gen/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button