Ponorogo

Polres Ponorogo Amankan 30 Kilogram Mesiu

Dari Enam Kasus, 13 Tersangka Dicokok

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Peredaran bahan peledak (handak) jadi atensi Polres Ponorogo. Menyusul ledakan mercon yang menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya di Sidoharjo, Jambon, Jumat lalu (15/5). Hingga Senin (18/5) polisi mengamankan 13 tersangka dan barang bukti (BB) 30 kilogram bubuk mesiu.

Para tersangka dan BB tersebut dari pengungkapan enam kasus peredaran handak serta pembuatan mercon. Bahkan, lima tersangka di antaranya masih di bawah umur. Ketujuh tersangka lain yang telah diringkus meliputi SRF, GA, MF, MI, DP, Y, dan G.

Para tersangka dicokok dari Kecamatan Ponorogo, Sambit, Sampung, dan Badegan. Mereka kompak beralasan memanfaatkan momen Idul Fitri. ‘’Pengakuan mereka, mercon-mercon itu akan dinyalakan saat hari raya Idul Fitri nanti,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto Senin (18/5).

Dari tangan para tersangka, polisi juga mengamankan BB bahan pembuatan mercon. Meliputi belerang, sulfur, hingga sumbu. Berbagai ukuran selongsong mercon juga diamankan. Beberapa tersangka tak hanya menguasai dan memperjualbelikan handak. ‘’Mereka juga membuat mercon,’’ sebutnya.

Bahkan, para tersangka yang masih di bawah umur juga tak kalah akal dalam mengelabui pengawasan orang tua. ‘’Anak-anak tersebut membeli bahan mercon dengan minta uang orang tuanya untuk mengerjakan tugas sekolah,’’ bebernya.

Rupanya, bisnis jual beli handak dan mercon cukup menggiurkan. Dari pengakuan tersangka, harganya mencapai Rp 200 ribu per kilogram. Mencarinya pun tidak sulit. Sudah ada pemasok. Bahkan menjual secara online dari berbagai daerah. ‘’Beberapa bahan diperoleh dari Jombang atau Magetan,’’ ungkap kapolres.

Arief berharap tradisi membuat, menyalakan mercon, dan menerbangkan balon udara dihentikan di Ponorogo. Pasalnya, telah terbukti membahayakan nyawa diri sendiri dan orang lain. Dia minta masyarakat memetik pelajaran dari 13 tersangka yang telah diamankan.

Gara-gara memiliki dan mengedarkan bahan peledak serta membuat mercon, para tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. ‘’Kalau nekat, siap-siap dibui. Ganti tradisi menerbangkan balon udara dan menyalakan mercon dengan yang lain,’’ tegasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close