Madiun

Polres Madiun Belum Tentukan Titik Penyekatan Mudik

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Dua tahun berturut-turut pemerintah pusat melarang masyarakat mudik Lebaran. Biangnya, pandemi Covid-19 yang belum selesai. ‘’Mengenai penyekatan atau yang lain terkait mudik Lebaran tahun ini kami masih menunggu petunjuk Polda Jatim,’’ kata Kabagops Polres Madiun Kompol Eko Rudianto, Jumat (23/4).

Larangan mudik tertuang dalam adendum SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13/2001 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadan. Dalam adendum yang diteken Doni Monardo itu, terdapat tambahan klausul. Yakni, peniadaan mudik pada H-14 (22 April–5 Mei 2021) dan pada H+7 (18–24 Mei 2021).

Eko menambahkan, Polres Madiun akan selalu siap menjalankan perintah. Namun, hingga kemarin belum ada ketentuan titik penyekatan. Sebab, pihaknya masih menunggu petunjuk dari Polda Jatim. ‘’Nanti sore (kemarin, Red) akan ada vidcon (video conference) mengenai itu. Petunjuk lebih lanjut akan diperoleh dan segera ditindaklanjuti,’’ ujarnya.

Kendati demikian, Eko menyebut bahwa kawasan perbatasan Kabupaten Madiun-Nganjuk akan lebih diperhatikan. Pasalnya, merupakan perbatasan wilayah rayon kepolisian sesuai petunjuk yang telah diterima sebelumnya. Selain itu, dua gerbang tol di Kabupaten Madiun, Dumpil dan Krapyak, juga bakal dipelototi. Menilik status tol sebagai akses penghubung dari berbagai daerah itu. ‘’Sambil menunggu kepastian petunjuk, kami sudah menyiapkan kurang lebih 300 personel untuk diturunkan,’’ jelasnya. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button