Pacitan

Politisi Demokrat-PKS Berdebat saat Paripurna APBD-P Pacitan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Rapat paripurna penetapan APBD-P 2021 Pacitan berlangsung panas. Politisi PKS Handaya Aji melayangkan interupsi. Dia meminta sidang diskors. Hingga, saling debat dengan Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono yang juga merupakan politisi Partai Demokrat.

Handaya Aji berasalan karena kesal mendapati adanya potensi sisa anggaran di belanja pegawai hingga Rp 50 miliar. Jumlah tersebut dikiranya dari rata-rata belanja pegawai setiap bulannya sekitar Rp 51 miliar. Padahal, serapan dari pos anggaran itu hingga September kemarin menghabiskan Rp 493 miliar. Separo lebih dari total APBD 2021 sebesar Rp 714 miliar. ‘’Kalau tiga bulan gaji akhir tahun ini paling banyak habisnya Rp 166 miliar. Jadi, masih ada potensi silpa,’’ ungkapnya, Kamis (30/9).

Yoyok semakin kesal manakala baru menyadari laporan keuangan itu beberapa jam sebelum sidang paripurna. Usai salinan realisasi serapan belanja pegawai diterimanya dari tim legislatif. Padahal, jauh-jauh hari berkas penganggaran itu telah dimintanya untuk dipaparkan ke legislatif. Namun, mulai rapat komisi hingga rapat gabungan, data tak kunjung dijabarkan. ‘’Kami interupsi, karena sebelum palu diketuk kami anggap masih bisa ada perubahan,’’ papar politisi PKS itu.

Ronny Wahyono selaku pimpinan sidang paripurna menyebut bahwa interupsi dari pucuk fraksi gabungan PKS, Gerindra, dan PPP itu menyalahi aturan. Terlebih, sidang kemarin bukan jadwal pembahasan RAPBD-P. ‘’Lha kok sampai di paripurna masih terus menanyakan, masih membahasnya. Itu bukan pada tempatnya. Paripurna itu tempat mengambil keputusan berdasarkan hasil pembahasan yang sudah dilakukan sebelumnya. Kan nggak aturan mainnya,’’ sergahnya. (gen/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button