Madiun

Polisi Kantongi Tersangka Perkara WDR, Status Penyelidikan Naik ke Penyidikan

MADIUN – Satreskrim Polres Madiun segera menetapkan tersangka kasus kolam pemancingan Watu Dakon Resort (WDR). Itu setelah statusnya naik dari penyelidikan menjadi penyidikan atas perkara kerusakan lingkungan hidup lokasi proyek di Desa Banjarsari Wetan, Dagangan, itu. ‘’Hasil gelar perkara memenuhi unsur pidana,’’ kata Kasatreskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro Kamis (11/7).

Penyidik mengindikasikan ada dua pidana hasil menggali keterangan tujuh saksi. Yakni, pelanggaran Undang-Undang (UU) 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Aktivitas pengerukan tanah pengusaha WDR Agus Suyanto itu merusak lingkungan yang ditandai kubangan raksasa. Apalagi, kegiatan itu belum mengantongi izin. Juga melanggar UU 4/2009 tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba). Material hasil kerukan diduga dikomersialkan. ‘’Satu atau dua pelanggaran, kami lihat nanti,’’ ujarnya.

Logos menyebut, status penyidikan saat ini memeriksa ulang para saksi. Mereka adalah pengawas pekerja WDR Marsudi, Camat Dagangan Muhamad Zahrowi, Kades Banjarsari Wetan Samekto, dan pelapor yang identitasnya dirahasiakan. Juga Kabid Pengembangan Pariwisata Disparpora Isbani, Kabid ESDM DPMPTSP Aris Budi Susilo, serta Kasi Perencanaan Lingkungan Hidup DLH Frans da Costa. ‘’Beberapa sudah dipanggil, hingga kini prosesnya berjalan,’’ jelasnya kepada Radar Caruban.

Penyidik juga berencana meminta keterangan saksi ahli untuk mendalami kasus yang mencuat pertengahan Maret lalu tersebut. Saksi ahli itu dari Pemprov Jawa Timur. ‘’Setelah memperoleh keterangan saksi ahli, kami lakukan gelar perkara untuk penetapan satu tersangka,’’ imbuh kasatreskrim.

Logos menjelaskan, materi pemeriksaan tahap penyelidikan dengan penyidikan berbeda. Sebelumnya klarifikasi ihwal administrasi perizinan, kini mengarah pada unsur pelanggaran. Lamanya proses penyelidikan disebut lantaran banyak keterangan yang perlu didalami dari tujuh saksi. Apalagi momennya bertepatan Pemilu 2019 Juni lalu. ‘’Tapi sebentar lagi penyidikannya selesai,’’ tegasnya.

Diketahui, Agus Suyanto berniat membangun kolam pemancingan WDR. Pengusaha itu hanya bermodal surat keterangan disparpora awal 2018. Bukan DPMPTSP. Kedalaman kerukannya yang mencapai 13 meter dipandang janggal komisi D DPRD. Mereka menduga ada pemufakatan jahat di balik kegiatan itu. Pemkab menutup paksa proyek dengan payung hukum Pergub Jatim 12/2016 tentang Pedoman Pemberian Izin Pertambangan. (cor/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button