Magetan

Polisi-Dinkes Telisik Penyebab Dugaan Keracunan Massal

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Dugaan keracunan massal warga Dusun Tawing, Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, terus diusut polisi. Bersama dinas kesehatan (dinkes) setempat, polisi telah mengambil sampel makanan yang disajikan saat buka bersama (bukber) di Masjid An Nur, Selasa lalu (27/4). ‘’Juru masak juga telah dimintai keterangan,’’ kata Kapolsek Plaosan AKP Munir Pahlevi, Jumat (30/4).

Hingga kemarin jumlah warga yang diduga mengalami keracunan terus bertambah. Sudah 60 orang dirawat di Puskesmas Plaosan dan Klinik Muhammadiyah Pacalan sejak Rabu pagi (28/4). Kemarin 42 orang masih menjalani perawatan. Gejala yang dialami pusing dan muntah berak (muntaber). ‘’Sampel makanan sudah di dinkes,’’ sebutnya.

Keterangan yang dihimpun, peserta bukber Selasa lalu tidak sampai 100 orang. Hanya 50 yang hadir. Celakanya, warga yang tidak hadir tetap dikirimi hantaran makanan yang sama. ‘’Yang tidak hadir tetap diberi hantaran nasi ayam bakar. Ada yang menyantap jam sepuluh malam, lalu mulai merasakan gejala serupa keesokan paginya,’’ beber Munir.

Santi Rosmayanti, salah seorang juru masak menu bukber di Masjid An Nur, mengaku menggunakan bahan-bahan yang wajar. Sayur dibeli dari pasar. Sedangkan daging ayamnya dipasok salah seorang peternak. Pun, tidak disimpan terlalu lama dan langsung dimasak. ‘’Sayurnya daun kenikir, kacang panjang, dan kelapa untuk urap,’’ katanya.

Santi dan keluarganya juga menyantap menu yang sama. Namun, dia dan keluarga sehat-sehat saja. Menurut dia, belum tentu keracunan massal yang diduga menimpa warga Tawing akibat menyantap masakannya. ‘’Mungkin saja dari makanan lain. Karena bahan yang kami gunakan kualitasnya bagus, cara memasaknya juga higienis,’’ klaimnya. (fat/c1/naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button