Madiun

Polisi Buru Penadah Kasus Penipuan Napi Lapas Pemuda Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus penipuan yang dilakukan oleh tiga narapidana Lapas Pemuda Kelas II-A Madiun terus didalami. Pihak Polres Madiun Kota berupaya memburu penadah pesanan consumer goods atau barang kebutuhan rumah tangga bernilai Rp 42,6 juta itu. ‘’Kedua tersangka mengaku barang habis dijual dan dinikmati oleh mereka. Dugaan kami ini jaringan,’’ kata Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, Jumat (3/9).

Dua pelaku itu juga mengaku melakukan penipuan. Mereka memesan online menggunakan nama samaran. Deni Erdianto (DE) memesan barang di Toko Barokah senilai Rp 33,9 juta melalui WhatsApp atas nama Ayu Dewi Sartika pada 19 Juni. Sementara Dedy Eko Wibisono (DW) memesan barang senilai Rp 8,7 juta di toko yang sama keesokan harinya atas nama Vivi Rahmadhani.

Setelah memesan barang, pelaku menggunakan jasa angkut untuk mengambil barang pesanan mereka. Dari hasil pemeriksaan, barang itu dititipkan sebentar kepada seseorang. Kemudian diambil orang lain. Begitu seterusnya, hingga sampai ke tangan penadah. ‘’Ini masih kita kejar, jangan sampai terjadi lagi dari dalam lapas menggunakan handphone melakukan tindak pidana,’’ ujarnya.

Soal cara pelaku mendapatkan handphone masih dalam penyelidikan. Dewa tidak menampik ada kejanggalan lantaran napi dapat mengendalikan tindak kejahatan dari dalam lapas melalui handphone. Karena itu, pihaknya bakal lebih intens koordinasi dengan pihak lapas. ‘’Masih kita selidiki, karena ini janggal,’’ bebernya. (kid/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button