KriminalitasNgawi

Polisi Bekuk Pencuri Spesialis Rumah Kosong

Curi Perhiasan Imitasi, Berakhir di Jeruji Besi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Candra Kurniawan, 27, amatir dalam menilai barang berharga untuk dicuri. Pria asal Kecamatan Cengkuang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu menggasak gelang warna emas milik salah satu korbannya di Paron. Ketika hendak dijual, perhiasan itu ternyata imitasi.

Apes, setelah gagal menikmati barang curian itu, dia harus meringkuk di balik jeruji besi. Polisi menangkapnya dengan dugaan pelaku pencurian barang berharga di beberapa tempat. ‘’Pelaku sudah mencuri empat kali dalam sebulan ini,’’ kata Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto dalam rilis pers Rabu (4/3).

Dicky mengungkapkan, aksi panjang tangan Candra dilakukan dua kali di Kecamatan Paron. Masing-masing satu di Ngawi dan Jogorogo. Dari empat tempat kejadian perkara (TKP) itu, tersangka menggasak duit Rp 2 juta dan beberapa buah handphone (HP). Peranti elektronik itu dijual kembali seharga Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. ‘’Kami amankan lima buah HP, tiga buah dus box, uang tunai Rp 137 ribu, dan dompet berisi surat berharga sebagai barang bukti (BB),’’ paparnya.

Penangkapan duda yang baru sebulan di Ngawi itu bermula dari penyelidikan polisi di internet. Petugas menelusuri akun jual beli barang di media sosial (medsos). Hasilnya, barang yang dijual salah satu akun diakui sebagai milik salah satu korban. Akun tersebut lantas dilacak hingga akhirnya ditemukan identitasnya.

Petugas membekuk pelaku di Jalan Raya Paron-Ngawi masuk Desa Paron, 20 Februari lalu. Timah panas disarangkan ke salah satu kakinya karena berusaha melawan saat coba ditangkap. ‘’Tersangka melakukan aksi pencurian sendirian,’’ ujarnya seraya menyebut pelaku yang sehari-harinya sebagai buruh bangunan itu tinggal di rumah neneknya di Desa Giriharjo, Ngrambe.

Candra juga pencuri spesialis rumah kosong yang ditinggal pemiliknya salat Subuh di musala atau masjid. Dalam mencari target, modus yang dilakukan memantau dari kejauhan. ‘’Rumah sudah saya awasi sebelumnya. Saya masuk ketika pemilik pergi ke masjid dan rumah dalam kondisi terbuka serta tidak terkunci,’’ terang Candra kepada wartawan koran ini.

Dia mengungkapkan, barang yang diambil adalah yang mudah dibawa. Seperti HP, dompet, dan perhiasan. ‘’Saya akan keluar kalau tidak ada barang berharga yang bisa dibawa,’’ ujarnya seraya menyebut barang curian dijual online. (mg1/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button