Madiun

PNS Laki-Laki Cerai, Wajib Berbagi Gaji dengan Mantan Istri

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pegawai negeri sipil (PNS) laki-laki pehobi kawin-cerai harus berpikir jernih. Sebab, istri yang diceraikan tetap wajib dinafkahi. Alias berhak mendapat bagian gaji mantan suami. Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) 10/1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS.

Kendati demikian, syarat dan ketentuan berlaku. Pembagian gaji diatur dalam pasal 8 PP tersebut. Yakni, sepertiga untuk PNS bersangkutan, sepertiga untuk mantan istri, dan sepertiga untuk anak-anaknya. Jika dalam pernikahan tersebut tidak terdapat anak, pembagiannya fifty-fifty.

‘’Di lapangan menyesuaikan kondisi. Biasanya sesuai kesepakatan yang tertuang dalam berita acara proses izin perceraian dari inspektorat,’’ kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kota Madiun Haris Rahmanudin, Rabu (24/3).

Aturan tersebut tidak berlaku jika perceraian atas kehendak istri. Namun, pembagian gaji masih diwajibkan jika gugatan cerai berdasar pada alasan tertentu. Seperti istri dimadu atau suami berzina, penganiayaan, pemabuk, pemadat, pejudi, atau suami meninggalkan istri dua tahun tanpa alasan sah. Ketentun itu diatur dalam PP 45/1990. ‘’Kewajiban suami yang PNS menafkahi tidak berlaku, jika mantan istri melakukan hal yang tidak dibenarkan,’’ lanjutnya (kid/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button