Madiun

PNM Gunakan IPTEK Olah Sampah Desa Banjarejo Kediri

Berbahan Baku Organik, Hibahkan Mesin Cacah

KEDIRI, Jawa Pos Radar Madiun – Menumpuknya sampah di Desa Banjarejo, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri menjadi persoalan tersendiri. Apalagi, lahan untuk tempat pembuangan akhir terbatas. Namun di tangan tim dosen Politeknik Negeri Madiun (PNM), sampah warga tersebut berhasil diolah menjadi pupuk organik. Tidak hanya bermanfaat untuk menambah kesuburan tanaman, pupuk tersebut bernilai jual tinggi. Dengan pelatihan & hibah peralatan (alat pencacah, pengayak, drum dekomposer serta alat pertanian penunjang kegiatan lainnya) pengolahan sampah ini, kami berharap warga desa setempat bisa memanfaatkan sampah menjadi komoditas unggulan desa, jelas Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Kompetitif Nasional PNM, Alfi Tranggono Agus Salim.

Menurut Alfi, pelatihan yang diberikan timnya untuk warga Desa Banjarejo dimulai sejak April hingga Oktober mendatang. Untuk menggelar pelatihan tersebut, pihaknya juga bermitra dengan Desa Banjarejo, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) beserta masyarakat. Peserta pelatihan mendapatkan ilmu untuk mengonversi sampah organik yang ada di desa menjadi pupuk padat dan cair. Bahan baku mudah diperoleh, berasal dari tumpukan sampah organik dari masyarakat sekitar. Sebelum diolah, sampah tersebut dicacah terlebih dahulu. Mesin pencacahnya merupakan hibah yang kami berikan, ujarnya.

Dia tidak menampik, pandemi Covid-19 menjadi kendala tersendiri dalam pelaksanaan PKM kali ini. Sebab, pertemuan tatap muka sangat terbatas. Pihaknya pun memanfaatkan webinar sebagai alat untuk bisa memberikan pelatihan secara digital. Kami berikan teori pengolahan melalui webinar. Tapi untuk praktiknya, kami datang langsung ke lokasi bertemu warga. Begitu juga untuk hibah alat-alatnya, katanya.

Tidak sekadar mengolah sampah organik, mitra juga dapat mengolahan limbah jagung menjadi pakan sapi. Sedangkan batok kelapa diubah menjadi media tanam (cocopeat) yang bisa dimanfaatkan warga sekitar yang berjualan tanaman hias. Kami memiliki harapan besar agar warga semakin terbiasa mengolah sampah di sekitar. Tidak hanya bentuk peduli lingkungan, tapi juga memberikan nilai tambah bagi warga. Khususnya di bidang ekonomi, sehingga kehidupan warga desa tersebut semakin sejahtera, paparnya.

Sementara itu, tim PKM PNM tiga dosen yakni Alfi Tranggono, Nanang Romandoni serta Rakhmad Gusta Putra. Tim ini juga dibantu lima mahasiswa PNM, Khairul Anam B., M. Rusthon Habibi, Jovial Auliya F., Hilman Naufal R. serta Guntur Ardanibudiman Putra Dan ada kontribusi dari Dunia Usaha (DU) yakni CV.AABI Group dalam kegiatan (M. Mughni & M. Azwar). PKM ini merupakan skema hibah program kemitraan masyarakat 2020 yang pelaksanaannya didanai Mendikbudristek, pungkasnya. (afi/aan/ser)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button