Pacitan

PNBP Diperbarui, Tagih Kontribusi Juragan Kapal

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Nelayan kakap harus bersiap merogoh kocek untuk memberikan kontribusinya terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Ketentuan itu diberlakukan seiring terbitnya PP 85/2021 pengganti PP 75/2015.

Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Pacitan Bambang Marhaendrawan memastikan nelayan kecil ’’kebal’’ terhadap ketentuan baru itu. PNBP hanya diberlakukan bagi pemilik kapal dengan muatan di atas 10 gross tonnage (GT). Jenis moda yang biasa melaut hingga ke tengah samudra dengan hasil tangkapan jumbo. ‘’Kami akan pantau perkembangan regulasi terbaru ini. Sembari menantikan sosialisasinya dari pemprov maupun pusat,’’ ujarnya, Senin (11/10).

Bambang maklum ketentuan baru itu memantik kekhawatiran di lingkup nelayan. Bahkan, sebagian keberatan dengan peningkatan pungutan. Selayaknya pajak, hasil pembayaran PNBP nantinya dikembalikan untuk kepentingan masyarakat lewat serangkaian fasilitas yang diberikan. ‘’Kalau nelayan lokal hanya kena pajak saat masuk TPI (tempat pelelangan ikan). Itu pun tidak banyak,’’ terangnya.

PNBP mempertegas komitmen para juragan kapal. Mereka yang selama ini telah mengais hasil lautan, sepatutnya memberikan kontribusi pendapatan terhadap negara. Penerapan PP terbaru itu diharapkan mendongkrak pendapatan negara dari sektor perikanan. ‘’Perputaran ekonomi perikanan itu mencapai ratusan triliun, tapi pemasukannya ke negara hanya miliaran. Jadi, tidak imbang,’’ ungkapnya. (gen/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button