Madiun

PMI Siapkan Terapi Plasma Kovalesen

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Madiun mulai berhitung kebutuhan agar terapi plasma konvalesen segera terwujud di Kota Madiun. Plasma konvalesen nantinya dapat menyuplai kebutuhan rumah sakit guna mempercepat proses penyembuhan pasien Covid-19.

Butuh suntikan anggaran selangit untuk merealisasikan peningkatan penanganan tersebut. Banderol apheresis Rp 700 juta. Bukan hanya alat pemisah darah dengan plasma antibodi itu saja yang dibutuhkan. Biaya melengkapi kebutuhan sarana-prasarana (sarpras) penunjang lainnya ditaksir mencapai Rp 2 miliar.

Kepala Pelayanan UTD PMI Kota Madiun Dwi Santoso telah studi banding ke PMI Sidoarjo yang telah lebih dulu menyediakan layanan donor plasma konvalesen. Sembari menyiapkan proposal pengadaan untuk dimintakan persetujuan ke PMI Jatim. Sebelum diajukan ke Pemkot Madiun. ‘’Beberapa langkah ini segera kami bahas lebih lanjut dengan Pak Wali,’’ kata Dwi.

Sarpras penunjang meliputi ruangan yang didesain khusus sesuai standar cara pembuatan obat yang baik (CPOB) sebagaimana rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). ‘’Rencananya, ruang kepala yang direhabilitasi untuk keperluan itu,’’ ujarnya.

Alat apheresis berfungsi mengambil darah sekaligus mengolah serta memisahkan plasma konvalesen ke dalam kantong. Plasma mengandung antibodi yang dapat membantu kesembuhan pasien Covid-19. Cara ini memiliki rasio penyembuhan 50 persen. ‘’Darah yang tidak masuk dalam kantong dikembalikan langsung ke tubuh pendonor. Gambarannya seperti hemodialisis,’’ ungkapnya. (kid/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button