Ngawi

PMI Ngawi Krisis Stok Darah

Imbas Larangan Kegiatan Pengumpulan Massa

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Stok darah di PMI kembali mengalami krisis. Bahkan, seminggu terakhir stok beberapa golongan darah kosong. ‘’Awal pandemi lalu mengalami kekurangan. Setelah itu, normal kembali dan sekarang kekurangan lagi,’’ kata Sri Indriyati, salah seorang teknisi transfusi darah PMI Ngawi, Selasa (7/7).

Dia memerinci, stok darah golongan A hanya ada lima kantong dan B satu kantong. Sementara, golongan O tersisa tujuh kantong dan AB kosong. ‘’Kemungkinan kekosongan stok masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan,’’ ujarnya.

Sri mengatakan, sejak kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa dilarang, PMI sering kekurangan stok darah. Termasuk dari kalangan komunitas pengajian yang selama ini kerap berdonor. ‘’Pendonor dari sekolah juga lumayan banyak,’’ ungkapnya.

Dalam sebulan, kata dia, permintaan darah yang masuk rata-rata 900-1.000 kantong. Tingginya permintaan disebutnya karena banyak penderita talasemia. ‘’Satu bulan biasanya butuh tiga kantong darah, dan itu dilakukan secara rutin, bahkan ada yang dua minggu sekali,’’ bebernya.

Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mencukupi stok darah. Mulai menghubungi pendonor rutin, hingga jemput bola ke desa-desa. Namun, hasilnya kurang maksimal terkendala protokol pencegahan Covid-19. ‘’Selama ini, 80 persen stok darah kami berasal dari kegiatan donor darah keliling,’’ tuturnya. (mg1/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close