AdvertorialPacitan

PLTU Pacitan Berkomitmen Cegah Penyebaran Covid-19

Terapkan Proteksi Pekerja dan Lingkungan di Masa Pandemi

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Sebagai objek vital nasional (obvitnas) penyangga utama suplai tenaga listrik di jalur utama Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah, PLTU Pacitan selalu menjaga keberlangsungan operasionalnya. Saat pandemi Covid-19 ini misalnya. Manajemen pembangkit listrik berkapasitas 2×315 MW yang berada di Sudimoro, Pacitan itu menerapkan berbagai stratagi untuk melindungi personelnya dari penyebaran virus Covid-19 di lingkungannya.

Hal itu dibuktikan dengan upaya meminimalisir kegiatan tatap muka. Untuk mengendalikan penyebaran virus Covid-19, mereka memanfaatkan aplikasi Zoom Cloud Meeting untuk keperluan komunikasi maupun koordinasi setiap harinya. ”Zoom Cloud Meeting seperti ini telah lama menjadi bagian utama tools kerja kami dalam komunikasi dan koordinasi semenjak Pandemi muncul di awal tahun lalu. Hal ini adalah wujud komitmen kami untuk mengurangi risiko penyebaran melalui interaksi langsung, ” beber General Manager (GM) PLTU Pacitan Maryono dalam percakapan melalui Zoom Cloud Meeting.

Selain itu, Maryono menyebut bahwa sejumlah upaya, sesuai anjuran pemerintah sudah dilakukan. Diantaranya dengan disinfektanisasi lingkungan secara rutin, menambah tempat cuci tangan di lebih dari 20 titik, pengaturan sistem Scheduled Work From Home, pengaturan jarak meja kerja, serta penggunaan alat pelindung diri (APD) untuk semua personel. Pembatasan tamu atau mitra kerja pun diberlakukan untuk pengamanan kawasan. ”Hanya tamu yang yang memiliki kepentingan mendesak atau emergency yang diijinkan masuk atau bekerja di dalam kawasan PLTU Pacitan, ” imbuhnya.

Menurutnya, awak kapal yang bersandar untuk mengirim batubara pun tidak diijinkan untuk turun ke dermaga PLTU. Sementara itu, dia menyebut bahwa gerbang masuk kawasan PLTU pun dijaga oleh tenaga security yang profesional. Mereka tidak hanya dibekali APD standar, melainkan APD lengkap berupa faceshield, masker, dan sarung tangan.

Maryono menambahkan bahwa prosedur pengamanan pun diperkuat. Personel yang masuk kawasan PLTU menjalani pemeriksaan suhu tubuh. Sedangkan selain personelnya diperiksa kelengkapan dokumen tambahan berupa surat bebas Covid-19. Misalnya mitra kerja yang masih mengerjakan proyek urgent bagi keberlangsungan operasional PLTU dan sebagainya. ”Project lain yang tidak bersifat urgent telah dihentikan sejak awal pandemi Covid-19, ” tuturnya.

Optimalisasi pengamanan juga dilakukan melalui penguatan pegawasan, monitoring, pelaporan kesehatan dan kepatuhan seluruh personel dalam menjalankan protokol kesehatan. Diantaranya kepatuhan atas penggunaan masker, tidak berkerumun dan sebagainya. Sedangkan ketidakpatuhan atas protokol Covid-19 disebutnya akan menjadi faktor pengurangan service level aggrement (SLA). ”Mereka akan mendapatkan tindakan tegas dari manajemen PLTU, ” ungkapnya.

Meski begitu, Maryono menyebut bahwa dari hasil pengawasan dan monitoring tim Gugus Tugas Covid-19 PLTU Pacitan menunjukkan bahwa personelnya memiliki tingkat kepatuhan tinggi dalam menjalankan protokol kesehatan. Kepatuhan tersebut disebutnya sudah dimulai sebelum fase new normal diberlakukan. Mulai Maret hingga Mei 2020 lalu.

Para personel, lanjutnya, mematuhi larangan pemerintah untuk tidak bepergian keluar kota sebagai bentuk komitmen dan kontribusi memutus mata rantai penularan Covid-19. Bahkan pada momen puasa Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri lalu sebagian besar personel PLTU tetap tidak pulang atau mudik. Mereka rela merayakan hari raya jauh dari keluarga tercinta. Dia pun berpesan agar semua pihak mengubur dalam sikap saling menyalahkan. Semua pihak diminta untuk bekerja sama menghadapi pandemi Covid-19. ”Jalinan kerjasama yang baik antar pihak mutlak diperlukan. Bersama, bersinergi untuk menghalau pergi virus Covid-19 dari bumi Pacitan, ” tegasnya.

Walaupun intens mencegah penyebaran Covid-19, PLTU Pacitan disebutnya juga peduli dengan lingkungan sekitar. Hal itu dibuktikan dengan pemberian bantuan berupa paket sembako ke masyarakat sekitar PLTU Pacitan. Khususnya masyarakat yang perekonomiannya terdampak Covid-19.  (ti2/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close