AdvertorialMadiun

PLN Siaga 24 Jam Gerebek Layang-Layang

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBTB)–Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Madiun memastikan gangguan listrik yang mengakibatkan listrik padam di Madiun Raya disebabkan layang-layang.

Dugaan awal, layang-layang yang tersangkut di Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Nganjuk II-Manisrejo itu bukan milik warga setempat. Gangguan di akhir pekan itu (3/10) mengakibatkan listrik padam meluas ke 10 gardu induk meliputi delapan daerah dengan estimasi energi hilang 421 MWh.

Manajer PLN UPT Madiun Suyitno menyampaikan, intensitas bermain layang-layang meningkat dibanding tahun sebelumnya. Berpotensi menyebabkan gangguan listrik terulang. Apalagi beberapa wilayah kerjanya masuk dalam wilayah yang rawan gangguan listrik akibat layang-layang. ‘’Hampir setiap hari tim gerebek layang-layang gencar melakukan penurunan,’’ kata Suyitno.

Tidak ingin kejadian terulang, PLN Madiun berkoordinasi dengan dinas perhubungan (dishub) di setiap wilayah kerja. Guna menggaungkan warning melalui titik traffic light di Madiun Raya dan sekitarnya. Agar tidak ada lagi yang bermain layang-layang di dekat jaringan listrik SUTT/SUTET. ‘’Sepele tapi sangat berbahaya jika tersangkut ke jaringan. Bisa merugikan warga,’’ ujarnya.

Awal pekan (5/10), PLN UPT Madiun berkoordinasi dengan kepolisian Kota/Kabupaten Madiun untuk membentuk satuan tugas (satgas) sebagai tindaklanjut dari kerjasama PLN UIT JBTB dengan kepolisian daerah Jatim. Satgas itu bertugas mengamankan jalur SUTT/SUTET terbebas dari layang-layang. Selain pembinaan, tim menyelidiki potensi gangguan dan menindaklanjuti secara hukum jika terjadi gangguan jalur penghantar listrik SUTT/SUTET yang disebabkan layang-layang.

UU 30/2009 Ketenagalistrikan menyatakan setiap orang yang akibat kegiatannya, mengakibatkan terputusnya aliran listrik sehingga merugikan masyarakat, diancam pidana paling lama 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 2,5 miliar. Peraturan Menteri ESDM 02/2019 tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum pada SUTT juga mengatur larangan membangun, menanam tanaman yang memasuki ruang bebas minimum, serta dilarang bermain layang-layang menggunakan benang konduktif di sekitaran jalur transmisi SUTT/SUTET. Sepanjang Januari-September, PLN UPT Madiun berhasil menurunkan 90 layang-layang yang tersangkut pada penghantar SUTT 150 kV dan SUTET 500 kV. ‘’Layang-layang dapat mengganggu kontinuitas penyaluran listrik dan mengancam keselamatan jiwa,’’ tegasnya.

General Manager PLN UIT JBTB Suroso memastikan petugas PLN bersiaga 24 jam untuk mengamankan jalur pasokan listrik demi keselamatan warga. ‘’Jauhi jaringan agar aman dan listrik selalu menyala,’’ imbaunya. (kid/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close