NgawiSport

Playoff Liga3: Persinga Pijakkan Satu Kaki di Babak 32 Besar

NGAWI – Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan coach Fahmi Amirrudin. Meski memenangi leg pertama playoff 2-0 saat bersua Persida Sidoarjo di Stadion Ketonggo kemarin (30/9), skuad Persinga masih memiliki celah krusial di finishing touch. Banyak peluang tak bisa dikonversikan menjadi gol. Bahkan, yang lebih memalukan lagi sekelas pemain senior Rahmad Sucipto gagal mengeksekusi penalti. ’’Kami akan mengevaluasi pertandingan ini. Khususnya, untuk penyelesaian akhir yang belum maksimal,’’ kata Fahmi Amirrudin.

Tak dimungkiri bila penggawa Laskar Ketonggo lebih tenang dalam finishing touch gol yang tercipta lebih dari dua. Tercatat tujuh peluang emas yang sia-sia. Salah satunya pada menit ke-36, heading M. Irman yang membentur tiang gawang. Pun dua gol yang terpaksa dianulir wasit lantaran sudah terjebak offside. Gol Persinga dicetak M. Irman di menit ke-51 dan Muh. Guntur pada masa injury time. ’’Masih punya waktu sepekan untuk bisa membenahi lini depan,’’ jelasnya.

Unggul dua gol belum cukup mengamankan Slamet Larso dkk lolos ke babak 32 besar. Pekan depan, skuad Persinga giliran away di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Setidaknya, Laskar Ketonggo harus bisa menahan imbang dalam lawatannya nanti. ’’Kami tidak berpikir seri. Tapi harus menang. Karena secara kualitas skill pemain lebih unggul,’’ urainya.

Sementara, sebelum laga digulirkan seluruh pemain dan penonton melakukan doa bersama. Doa itu ditujukan untuk seluruh masyarakat di Palu dan Donggala yang tertimpa musibah gempa dan tsunami. Doa bersama juga ditujukan untuk almarhum Haringga Sirila, suporter Persija Jakarta yang menjadi korban pengeroyokan di kompleks Stadion Gelora Bandung Lautan Api beberapa hari lalu. Doa bersama itu merupakan sebuah wujud keprihatinan dan ungkapan turut berduka cita atas semua musibah tersebut dari penonton, pemain, maupun ofisial.

Salah seorang pemain Persinga M. Rivaldi terlihat tak kuasa membendung kesedihannya. Bahkan setelah pertandingan berakhir, playmaker bertubuh jangkung itu masih tampak menutup mukanya sambil sesekali menyeka air matanya. Maklum, hingga kemarin Rivaldi mengaku belum bisa menghubungi keluarganya yang berada di Palu, Sulawesi Tengah. M. Rivaldi tercatat sebagai salah seorang pemain Persinga yang berasal dari daerah yang tertimpa bencana gempa dan tsunami itu. ‘’Semoga semuanya baik-baik saja dan masyarakat Palu serta Donggala bisa tabah, bersabar menghadapi musibah ini,’’ ucap Rivaldi yang tampak sesenggukan. (tif/c1/ota)

 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close