Mejayan

Piutang PBB-P2 Terkoreksi Rp 3,7 Miliar

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Tingginya piutang pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) berpotensi menyusut. Pemkab patut bersyukur lantaran ada aturan kedaluwarsa sesuai regulasi UU 28/2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. ‘’Sesuai UU tersebut, piutang pajak yang akan terhitung mulai 2017. Tidak lagi dari 2013,’’ kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Hadi Sutikno, Jumat (26/2).

Total piutang PBB-P2 dari 2013 telah menggunung hingga Rp 9,6 miliar. Setelah mencermati isi UU 28/2009, terdapat aturan mengenai kedaluwarsa piutang pajak. Sesuai aturan, masa kedaluwarsa pajak maksimal lima tahun. ‘’Sehingga, jika dirunut lima tahun dari sekarang, maka maksimal 2017,’’ terangnya.

Potensi penyusutan jika mengacu regulasi tersebut mencapai Rp 3,7 miliar. Maka sisa piutang dari 2017 hingga akhir 2020 tinggal sekitar Rp 5,9 miliar. Sutikno menyebut, seluruh piutang dari 2013 hingga 2016 dinyatakan hangus. ‘’Potensi penyusutan juga berasal dari perubahan banyak objek pajak,’’ paparnya. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button