Magetan

Pilkades E-Voting, Satu Menit Tiga Pemilih

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Waswas panitia pemilihan kepala desa (pilkades) Baron, Magetan, tak lagi dirasakan pada pelaksanaan serentak hari ini (27/11). Simulasi pelaksanaan pilkades e-voting sempat mengalami kendala pada tahapan e-verifikasi biometric. Tidak semua e-KTP pemilih bisa terbaca. Sehingga, harus entri NIK yang berjumlah 16 digit. Tentu memakan waktu. ‘’Sudah bisa diatasi. Cukup memasukkan nomor DPT (daftar pemilih tetap, Red) akan muncul data sesuai e-KTP,’’ kata Ketua Panitia Pilkades Desa Baron Nanang Ari Purnomo.

Dengan ditemukannya pemecahan masalah itu, Nanang optimistis pelaksanaan pilkades e-voting bisa berjalan lancar. Dia pun menargetkan dalam satu menit bisa tiga pemilih yang menggunakan hak suaranya. Apalagi, alat e-voting yang disediakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Magetan masih kinyis-kinyis. Masih disegel di dalam kardus setelah disertifikasi Senin (25/11). Alat itu sampai kantor Desa Baron sekitar pukul 18.00. Alat itu di-setting sekitar pukul 15.00 kemarin (26/11). ‘’Alatnya masih di dalam kardus dan kami simpan di ruang kades. Pintunya kami segel,’’ ungkapnya.

Saat simulasi, DPMD hanya menggunakan alat seadanya. Spesifikasinya masih rendah. Sehingga, loading untuk menerima satu perintah bisa lama. Namun, dengan alat yang baru ini, dia yakin tidak akan mengalami kendala. Ada tiga alat yang akan dioperasikan sesuai dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS). Pukul 14.00 Nanang menarget pemungutan suara sudah selesai. ‘’Saat simulasi memang lama, karena alatnya. Bukan karena pemilihnya,’’ katanya.

Setidaknya, dua kali dilaksanakan simulasi pelaksanaan pilkades e-voting tersebut. Rupanya masyarakat sangat antusias dengan pelaksanaan pilkades digital itu. Mereka penasaran dan ingin mencobanya. Hal itu membuat panitia pilkades bisa mendongkrak angka partisipasi pemilih. Pun, para lansia yang selama ini diragukan mampu menggunakan alat e-voting. Nyatanya mereka hadir dalam simulasi dan ingin mencobanya. ‘’Sesuatu yang baru bisa membuat masyarakat penasaran,’’ ujarnya.

Bahkan, masyarakat sudah dikenalkan tata cara e-voting oleh panitia sebelum DPMD melakukan simulasi. Panitia sengaja mencari video pelaksanaan e-voting itu untuk ditunjukkan kepada masyarakat. Pada berbagai acara yang dilaksanakan masyarakat, sistem pilkades digital itu diperkenalkan. Seperti arisan RT. ‘’Kami memang gencar melaksanakan sosialisasi e-voting karena se-Kecamatan Magetan hanya kami yang melaksanakannya,’’ paparnya.

Meski mengakui simulasi pilkades berjalan lancar, panitia sengaja membedakan warna dekorasi TPS. TPS 1 dominasi warna hijau, TPS 2 dominasi warna kuning, dan TPS 3 dominasi warna merah muda. Itu dilakukan untuk memudahkan masyarakat, terutama lansia. Maklum, dari 2.257 pemilih di Desa Baron, kebanyakan lansia. ‘’Supaya mereka mudah membedakan di TPS mana mereka memilih,’’ pungkasnya. (bel/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button