Ponorogo

PILKADES 2019: Pilih Regulasi atau Diskresi?

PONOROGO – Gelombang protes mewarnai pelantikan 117 kades terpilih di Pendapa Agung Kabupaten Ponorogo, Jumat pagi (14/6). Untuk keempat kalinya, massa melakukan aksi unjuk rasa menuntut pemungutan suara ulang (PSU) pilkades Pager. ‘’Kami akan terus melawan sampai ada keputusan dari bupati,’’ kata Agung Riski Saefudin, warga yang memimpin orasi.

Sekitar pukul 09.00, dia bersama belasan warga mendatangi komplek kantor bupati. Selain berorasi, Agung Cs juga membentangkan sejumlah poster bernada protes. ‘’Karena ini hak kami. Kalau tidak seperti ini, mau dibawa kemana desa kami. Terus melawan sampai ada keputusan untuk PSU,’’ tegas dia.

Desakan menghelat PSU mendasarkan dugaan penyelewengan dalam proses pemungutan suara lantaran mendapati sejumlah surat suara hilang. Pun, tipisnya selisih perolehan hanya dua suara antara cakades 01 (Agusdian Mustofa) dengan cakades 02 (Setyarini). ‘’Usut tuntas kecurangan pilkades. Beri kejelasan bukan hanya janji. Kemana dua surat suara yang hilang itu,’’ sebutnya.

Hingga kemarin, Bupati Ipong Muchlissoni belum mengambil diskresi atas sengketa pilkades Pager. Apakah tetap melantik cakades yang unggul sesuai aturan. Atau, mengabulkan tuntutan PSU. ‘’Dari sisi aturan, sesuai hasil rekomendasi panitia pilkades kabupaten, yang ada itu harus dilantik. Kecuali ada pertimbangan lain sesuai pandangan subjektif bupati,’’ tandasnya. (naz/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close