PacitanSport

Pilih Menginap di Rumah Pengurus, ke Stadion Naik Sepeda

SINAR matahari masih terasa menyengat sore itu. Meski begitu, puluhan pemain Perspa Pacitan tetap semangat melakoni latihan di bawah arahan coach Aris Wahyudi. Seorang di antaranya mencuri perhatian lantaran sosoknya yang berbeda dan memiliki skill di atas rata-rata.

Dialah Enius Pahabol. Pemuda 19 tahun itu masih memiliki hubungan darah dengan Yohanes Ferinando Pahabol, pemain Persebaya. Perawakan keduanya pun mirip dan pergerakannya gesit. Tidak heran jika rekan latihan di Perspa kerap kelabakan meladeni kecepatan pemain yang berposisi sebagai striker itu.

‘’Saya masih sepupu dengan Yohanes,’’ ujar Pahabol mengawali karirnya di sepak bola dari bawah. Awalnya sekadar terlibat pertandingan antarkampung (tarkam) saat masih mengikuti program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) di SMK Yos Sudarso Kepanjen dan kuliah di Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) Universitas Negeri Malang. ‘’Lumayan sering ganti klub,’’ imbuhnya.

Kabar dibukanya seleksi pemian di Perpsa Pacitan pun membuat Pahabol dan kedua temannya kepincut. Pucuk dicinta ulam tiba, manajemen Perpsa tertarik merekrut pemain kelahiran 11 Februari 1999 itu untuk mengarungi putaran II Liga 3 Regional Jatim. ‘’Lainnya (dua temannya, Red) tidak lolos,’’ kata pemain yang juga bisa diplot sebagai winger ini.

Pahabol pun tidak menuntut nilai kontrak dengan nominal besar. Motivasinya lebih pada kesempatan menjajal kompetisi resmi. Untuk mengurangi pengeluarannya di Pacitan, dia memilih menginap di rumah salah seorang pengurus Perspa. Pun saat hendak ke stadion untuk latihan, rela naik sepeda pancal. ‘’Selain murah, juga menyehatkan,’’ sebutnya. ***(odi/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close