Ponorogo

Pilih Barter Plasma Konvalesen dengan Mantan Pasien Covid-19

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Mestinya gampang mencari pendonor plasma konvalesen. Di Ponorogo saja ada ribuan pasien Covid-19 yang sembuh hingga disebut penyintas. Persoalannya adalah tidak semua daerah memiliki alat penyaring komponen dalam darah atau aferesis. ‘’Kita tidak punya persediaan plasma konvalesen karena belum bisa mengolah darah penyintas Covid-19. Kendalanya keterbatasan alat,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono, Sabtu (3/7).

Untuk menebus aferesis yang mengolah komponen dalam darah butuh dana sekitar Rp 3 miliar. Sekda memilih menunda pengadaan alat kesehatan itu sementara waktu. Plasma konvalesen diyakini sebagai terapi yang membantu penyembuhan pasien terinfeksi Covid-19 dengan gejala berat. ‘’Insya Allah tahun depan akan kami anggarkan pengadaan alat tersebut,’’ ujarnya.

Agus Pram –sapaan Agus Pramono– yang juga ketua Satgas Penanganan Covid-19 itu berencana berlangganan konvalesen ke Tulungagung. Namun, pihak penyedia mematok syarat barter pendonor penyintas Covid-19. Selain Tulungagung, plasma konvalesen juga dapat ditebus di Kota Kediri, Kota Blitar, Surabaya, dan Gresik ‘’Kami sudah melakukan pendataan calon pendonor. Ada 25 penyintas yang bersedia mendonorkan plasma darahnya,’’ terang Sekda.

Dia menegaskan bahwa pendonor tidak akan dikenai biaya. Pemkab yang memfasilitasi penuh penyintas Covid-19 yang bersedia diambil darahnya. Anggaran penanggulangan Covid-19 juga bakal meng-cover biaya operasional serta pengiriman plasma darah. ‘’Cost (biaya, Red) di¬ kisaran dua sampai tiga juta rupiah per satu kantong plasma konvalesen,’’ ungkapnya. (mg4/hw/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button