Pacitan

Petugas Terganggu Organ Dalam, Nyamuk Jadi Kebal

PACITAN  – Pengasapan atau fogging selama ini cukup ampuh membunuh nyamuk penyebar demam berdarah dengue (DBD) dewasa. Meski begitu, tetap ada dampak negatifnya. Terutama bagi petugas fogging karena sering menghirup gas malathion. ‘’Gas itu obat serangga, jadi petugasnya kami awasi betul,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Eko Budiono kemarin (19/2).

Menurut Eko, petugas yang hampir setiap hari melakukan pengasapan rentan mengalami peningkatan kolinesterase dalam tubuhnya. Sebab, asap pestisida tersebut menumpuk dalam hati. Jika dibiarkan mereka rentan mengalami gangguan organ dalam. Karena itu, pihaknya rutin memeriksa petugas fogging. ‘’Harus dibatasi kadar kolinesterasenya, kalau tinggi gak boleh bekerja dulu,’’ ujarnya.

Eko menyebut jumlah tenaga profesional fogging minim. Mereka harus bergantian di beberapa lokasi se-Kabupaten Pacitan. Sehingga, pihaknya khawatir hal tersebut bakal lebih meningkatkan kadar kolinesterase di tubuh masing-masing. Padahal, pihaknya berencana menambah empat alat fogging lagi. ‘’Belum kami masukkan rencana kerja dan anggaran, tapi akan kami tambah,’’ terangnya.

Saat ini, dinkes memiliki enam unit alat fogging. Jumlah tersebut untuk pengasapan di seluruh Pacitan. Jika dibandingkan dengan jumlah petugas, alat fogging yang ada masih ideal. Sementara jika ditambah pihaknya juga harus menambah jumlah petugas pula. ‘’Kalau gak ada sumber daya manusia (SDM)-nya, alat itu gak jalan. Itu yang repot,’’ jelas Eko.

Karena itu, pihaknya tak ingin menambah jumlah alat terlalu banyak. Meski itu jadi alternatif pemberantasan nyamuk Aedes aegypti. Selain bahaya, dikhawatirkan nyamuk bakal semakin kebal insektisida. Pembasmian sarang nyamuk (PSN) dinilai lebih efektif. Apalagi pengasapan hanya membunuh nyamuk dewasa sehingga harus dilakukan berulang. ‘’Biasanya kami pertimbangkan kemampuan anggaran. Kami gak berani banyak alat, kalau SDM-nya kurang,’’ pungkas Eko.

Diketahui, pada pekan ketujuh 2019 penderita demam berdarah di Pacitan mulai turun. Dari 55 kasus pekan kelima Januari lalu, turun jadi 32 kasus pekan selanjutnya. Sementara, pekan ketujuh hanya 11 kasus akibat gigitan nyamuk yang tercatat di 24 puskesmas di Pacitan. (mg6/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button