Ponorogo

Petugas Gabungan Simulasi Penanganan Bencana

PONOROGO, Jawa Pos Radar PonorogoTolooong…! Teriakan itu memecah kesunyian Desa Biting, Kecamatan Badegan. Sejumlah petugas yang sibuk mengevakuasi bencana pun bergegas mendekati sumber suara. Dengan sigap, kano diterjunkan untuk menyelamatkan seorang ibu hamil yang terjebak banjir.

Adegan itu tergambarkan dalam simulasi bencana yang dilaksanakan gabungan antara TNI/Polri dan BPBD kemarin. Langkah-langkah penyelamatan bencana perlu disimulasikan lantaran kabupaten ini baru diterjang banjir besar di tahun lalu. ‘’Beberapa wilayah terkategorikan rawan. Jadi, perlu kesiapan berbagai pihak,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto kemarin.

Pun, pemprov telah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi bersamaan musim penghujan di awal tahun ini. Kerawanannya meliputi banjir, longsor, maupun puting beliung. ‘’Fokus simulasi menitikberatkan penanganan di darat maupun air,’’ tegas kapolres.

Seluruh unsur sejatinya sudah siap dengan sarana dan prasarana masing-masing. Sehingga penanganan suatu bencana bisa dilakukan secara terpadu. Itu yang penting supaya penanganan bencana dapat dilakukan secara efektif dan efisien. ‘’Kita lakukan simulasi supaya tahu bagaimana cara bertindak apabila terjadi bencana. Bagaimana koordinasi, apa yang harus dilakukan setiap instansi, ini perlu dilatih,’’ terangnya.

Beberapa kecamatan, lanjut Arief, menjadi atensi polisi. Berdasar data dari BPBD perihal potensi bencana di Bumi reyog. Antara lain Pulung, Sooko, dan Ngebel lantaran potensi longsornya cukup tinggi. Polisi mengintensifkan koordinasi melalui bhabinkamtibmas. ‘’Sejauh ini masih kondusif. Kami harapkan tidak terjadi bencana. Tapi, kesiapsiagaan perlu dipastikan oleh semua pihak,’’ ucapnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button