Mejayan

Petani Tembakau Kabupaten Madiun Dibayangi Kerugian

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Sejumlah petani tembakau di Kabupaten Madiun sambat. Mereka mengeluhkan serangan hama ulat dan belalang pada tanamannya. Cuaca tak menentu disebut sebagai biangnya.

Serangan hama itu pula yang membuat petani khawatir kualitas tembakau mengalami penurunan. ‘’Harga tembakau saat ini Rp 24 ribu-Rp 25 ribu per kilogram. Biasanya Rp 29 ribu-Rp 30 ribu,’’ kata Supardi, seorang petani tembakau di Desa Ngale, Pilangkenceng, Sabtu (25/9).

Supardi mengatakan, akibat serangan dua jenis hama tersebut, daun tembakau bolong-bolong. Pun, bayang-bayang kerugian mulai menghantuinya. ‘’Maunya ya panen bagus dan harga normal,’’ ujarnya. ‘’Sudah disemprot berkali-kali, tapi tetap saja seperti ini,’’ imbuhnya.

Dia tidak mengetahui penyebab pasti adanya serangan hama belalang dan ulat kali ini. Namun, Supardi menduga terkait cuaca yang tak menentu. ‘’Sudah kualitas tembakau kurang bagus, menjemurnya jadi lebih lama karena mulai sering turun hujan,’’ keluhnya.

Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun Imron Rosidi mengamini bahwa cuaca berpengaruh terhadap keberadaan hama. ‘’Cuaca yang sering mendung itu membuat hama cepat berkembang biak,’’ ungkapnya.

Kendati dihadapkan dengan cuaca tak menentu, dia mengklaim tidak seluruh petani terdampak. Sebab, kata Imron, sebagian besar lahan tembakau sudah panen. ‘’Soal tembakau yang diserang hama, biasanya petani sudah paham penanganan yang harus dilakukan,’’ ujar Imron sembari menyebut tahun ini tidak ada program dari bidangnya terkait penanganan hama tembakau. (den/c1/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button