Pacitan

Petani di Pacitan Krisis Generasi

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Krisis generasi membayangi sektor pertanian di Pacitan. Tak banyak anak muda yang bersedia meneruskan jejak bapaknya. Sementara petani tua semakin ketinggalan upgrade teknologi.

Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono mengatakan, dari ribuan petani di kabupaten ini mayoritas lanjut usia. Rata-rata telah berusia 60 tahunan. Pun, tak sedikit dari mereka hanya lulusan sekolah dasar. Alhasil, pembaruan kinerja lewat upgrade teknologi yang dipaparkan pemerintah sulit terealisasi. Dampaknya, pekerjaan menjadi monoton dan hasil yang didapatkan tak memuaskan. ‘’Kita harus bisa menggaet minat para petani muda,’’ ujarnya, Sabtu (15/5).

Ronny berharap peremajaan petani lekas dilakoni. Agar sektor pertanian di kabupaten ini tak gagap mencetak generasi di masa depan. Generasi muda harus disadarkan betapa pertanian yang ditunjang teknologi mumpuni sarat akan hasil ekonomi. ‘’Daerah lain petaninya sudah memantau sawahnya lewat aplikasi di smartphone. Semua terpantau dengan baik. Kesuburan tanaman sampai kandungan air tanahnya,’’ urainya.

Tak dimungkiri, keengganan pemuda bercocok tani tak lepas dari ketidakjelasan kesejahteraan profesi ini. Pertanian kerap dijustifikasi tak menghasilkan pendapatan semenggiurkan pekerjaan lainnya. Ditambah persoalan klasik permodalan hingga distribusi pupuk yang kerap menyulitkan petani selama ini. ‘’Mari kita pikirkan sektor pertanian ini dari hulu sampai hilir. Jangan hanya dikasih bibit lalu ditinggal,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button