HukumMadiun

Pesanan Sepaket Sabu ke Lapas Ditumpas BNNP

MADIUN – Di balik gemerlap kota karismatik, bisnis gelap narkoba terus berdenyut. Sampai menembus sel tahanan yang dijaga ketat. Belum genap setahun, puluhan kasus terkuak. Terbaru, Jumat lalu (24/8) Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim turun gunung mengamankan seorang kurir yang mengakui hendak menyelundupkan sepaket sabu ke salah satu lapas. ‘’Mereka (BNNP, Red) bergerak sendiri,’’ kata Kasatres Narkoba Polres Madiun Kota AKP Suyono.

Informasi yang dihimpun, kurir tersebut diamankan BNNP di Jalan Trunojoyo, Jumat malam lalu. Sang kurir asal Mojoagung, Jombang, itu disebut hendak memasok sabu seberat 100,6 gram ke dalam lapas. Versi Suyono, BNNP bergerak sampai Kota Madiun sebagai langkah pengembangan kasus yang mereka selidiki. Operasi tangkap tangan itu berjalan senyap. Tanpa melibatkan satuan reskoba kepolisian setempat.  ‘’Anggota kami tidak dilibatkan. Itu upaya pengembangan (dari beberapa kasus),’’ ujarnya.

Penangkapan kurir narkoba malam itu menambah panjang daftar kasus serupa yang telah diungkap sejauh ini. Dari Januari hingga Agustus saja, tak kurang 22 kasus narkoba yang berhasil diungkap oleh Polres Madiun Kota. Sebanyak 31 orang ditetapkan tersangka. Sebanyak 14,87 gram sabu dan 223 gram ganja berhasil diamankan. Juga, 149 butir pil ekstasi. ‘’Banyak modus diungkap. Termasuk transaksi ranjau. Di mana pengedar seolah membuang paket narkoba di lokasi yang telah disepakati lalu diambil pembeli,’’ beber Suyono.

Kasus yang diungkap BNNP membuktikan jika mata rantai transaksi antara pengedar dan pembeli sulit terputus. Meskipun dihalangi jeruji besi dan pengamanan berlapis. Seperti kasus 6 Februari lalu. Di mana, seorang pembesuk Lapas Klas I Madiun berusaha menyelundupkan sabu yang disembunyikan dalam botol sampo. Beruntung upaya itu terdeteksi mesin pemindai sinar-X. ‘’Koordinasi pihak lapas dan polisi cepat. Kami langsung mengamankan begitu penyelundupan digagalkan,’’ terangnya.

Tak heran bisnis haram itu lestari. Sebab, dari hitungan gram saja, puluhan juta rupiah berputar. Umumnya, sepaket sabu dijual pengedar ke pembeli di kisaran Rp 300—400 ribu. Rata-rata, satu paket berisikan 0,25 gram sabu. Diperkirakan, uang yang beredar dari transaksi 14,87 gram sabu mencapai Rp 23,7 juta. Tidak termasuk transaksi sepaket ganja 250 gram yang juga pernah digagalkan polisi dengan nilai transaksi Rp 3 juta. ‘’Selama pembeli ada dan membutuhkan, penjualnya selalu ada. Karena itu kami terus melakukan penindakan,’’ ujarnya. ‘’Selain secara represif, juga preventif untuk mencegah agar peredaran ini tidak semakin parah,’’ imbuh Suyono.

Terpisah, pihak Lapas Klas I Madiun belum berhasil dikonfirmasi. Kalapas Klas I Madiun Suharman sakit dan harus menjalani rawat jalan di RSI Siti Aisyiah. Di lain pihak, pengungkapan BNNP Jumat lalu memantik reaksi Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR). Satu sisi, pengungkapan kasus memperkuat eksistensi aparat penegak hukum dalam memberantas narkoba. ‘’Yang kemudian jadi persoalan, kenapa di lapas. Pihak lapas juga harus introspeksi, karena peredaran mengarah ke sana,’’ ujar SR.

Mantan rektor Unmer itu prihatin dengan banyaknya angka peredaran narkoba di wilayah yang dia pimpin sepanjang tahun ini. Kendati narkoba yang beredar di kota ini masih hitungan gram. ‘’Betapa masifnya upaya merusak generasi bangsa lewat narkoba ini semakin berbahaya,’’ tandasnya. (naz/c1/fin)

 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button