Madiun

Pesanan 266 Gerbong New Zealand Mandek

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sepekan ini PT Inka menerapkan work from home (WFH) 100 persen. Ribuan karyawan bekerja dari rumah. Selain mengikuti PPKM darurat, juga dilatari banyaknya karyawan yang terpapar virus korona. Dampaknya, produksi 266 gerbong kontainer pesanan New Zealand mandek sementara. ‘’Seluruh karyawan Inka Group ada 2.400,’’ kata Senior Manager PKBL, CSR, dan Stakeholder Relationship PT Inka Bambang Ramadhiarto, Sabtu (10/7).

Kendati begitu, dia berharap deadline pesanan gerbong Selandia Baru tidak terganggu. Apalagi, tenggat menuntaskan pekerjaan tersebut hingga 18 bulan ke depan. ‘’Semoga tidak berdampak dan cepat bisa menurun perkembangan kasusnya (Covid-19, Red),’’ harapnya.

Bambang menyampaikan, sebelumnya manajemen sudah menerapkan WFH 75 persen. Namun, lantaran banyak karyawan yang terpapar, diputuskan full WFH. Sebagian karyawan yang terinfeksi dirawat di emergency medical train (EMT), kereta isolasi yang disediakan PT Inka. Sebagian lainnya di Wisma Haji dan di rumah masing-masing.

Bambang menambahkan, hingga kini EMT masih difungsikan. Hanya, tenaga kesehatannya dari internal. Warga yang diisolasi di EMT juga kian bertambah. Dari kapasitas 48 tempat tidur (TT), pihaknya telah menambah empat gerbong berkapasitas total 32 TT. ‘’Sehingga, saat ini totalnya 80 TT terisi 55 pasien,’’ urainya.

Dia menyebut, EMT bagian dari upaya PT Inka membantu pemkot setempat. Yakni, menyediakan ruang isolasi bagi pasien terkonfirmasi. Mengingat saat ini terjadi lonjakan pasien di rumah sakit rujukan. ‘’Harapannya EMT dapat membantu menyediakan fasilitas kesehatan pemerintah daerah bagi pasien Covid-19,’’ tuturnya.

Pihaknya memastikan EMT didesain bertekanan negatif. Gerbong bekas kereta rel listrik (KRL) commuter line Jabodetabek itu dilengkapi exhaust berukuran raksasa untuk menarik udara dari dalam ruangan ke luar. Pun area juga dilengkapi fasilitas olahraga dan berjermur. ‘’Tempatnya terpisah di sisi selatan pabrik,’’ jelasnya. (kid/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button