features

Pertemanan Kukuh-Daru Ndarboy Lejitkan Mendung tanpo Udan

Lagu Mendung tanpo Udan yang dipopulerkan Ndarboy Genk tidak bisa dilepaskan dari sosok Mukhammad Kukuh Prasetya. Pria asli Desa Banjarejo, Jiwan, Kabupaten Madiun itulah penggubah tembang yang kini tengah merajai berbagai format musik digital itu. Bagaimana proses kreatifnya?

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

LAGU berjudul Mendung tanpo Udan saat ini sedang merajai media sosial. Banyak unggahan konten yang menggunakan backsound lagu yang dinyanyikan Ndarboy Genk tersebut. Pun, klip videonya di YouTube hingga tadi malam sudah ditonton lebih dari 12 juta kali. Padahal, baru sekitar sebulan lalu di-upload.

Tidak kalah dahsyat versi duet Denny Caknan bersama Daru Ndarboy Genk. Baru sekitar dua pekan di-upload sudah ditonton lebih dari 8 juta kali. Klip video satu ini mengusung format live diwarnai beberapa adegan jenaka.

Siapa sangka, pencipta lagu tersebut adalah wong asli Kabupaten Madiun. Tepatnya asal Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan. Namun, kini tinggal di Jogjakarta. Mukhammad Kukuh Prasetya namanya.

Lagu Mendung tanpo Udan terinspirasi kisah teman kuliah Kukuh ketika pacaran. Sang kawan itu memiliki mimpi bisa mengarungi hidup rumah tangga yang ideal bersama pujaan hatinya. Sederhana, tapi kebutuhan ekonomi tercukupi. Namun, angan itu pupus setelah hubungan asmaranya kandas. ‘’Proses kreatifnya awal Maret sampai Juli 2020,’’ kata Kukuh.

Bagi Kukuh, diksi Mendung tanpo Udan mengandung unsur metafora. Ada pertemuan dan kehilangan seperti halnya mendung dan hujan. ‘’Kan biasanya mendung ketemunya hujan, tapi ini tidak,’’ sebutnya. ‘’Lumayan melelahkan juga proses pembuatan liriknya,’’ imbuhnya.

Kukuh mengenal Daru Ndarboy Genk akhir tahun lalu saat nongkrong bersama teman-temannya di sebuah tempat di Jogjakarta. Tak disangka, ternyata di situ ada Daru. Singkat cerita, keduanya lantas berkenalan dan akhirnya berkawan akrab. ‘’Suatu ketika Mas Daru minta lagu Mendung tanpo Udan untuk didangdutkan,’’ ujarnya.

Namun, kala itu Kukuh tidak langsung mengiyakan. Baru enam bulan berselang alumnus ISI Jogjakarta itu memberi izin tembang tersebut di-cover versi dangdut. Tak disangka, akhirnya menjadi trending. ‘’Luar biasanya, Mas Daru menyampaikan dengan caranya sendiri,’’ pujinya.

Sebelum namanya mencuat di musik, Kukuh aktif berkesenian di dunia teater dan film. Nah, usai project fimnya dihentikan akibat pandemi Covid-19, dia mulai melirik media digital agar tetap bisa menyalurkan hobinya di bidang seni.

Mendung tanpo Udan merupakan sekuel ketiga lagu berlirik bahasa Jawa karya Kukuh. Dua lagu lainnya berjudul Pas Arep Udan Gede dan Udan tanpo Mendung. Buah karyanya itu dapat disaksikan di YouTube, Spotify, maupun kanal musik digital lainnya. ‘’Semua lagu di sekuel bertema cinta,’’ ujar pemeran sinetron Para Pencari Tuhan itu. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button