Advertorial

Pertamina Bersama BPH Migas Tinjau Dampak Bencana di Kabupaten Malang

MALANG, Jawa Pos Radar Madiun – Bencana gempa bumi yang melanda beberapa daerah di Kabupaten Malang dan sekitarnya beberapa pekan lalu, membawa dampak kerusakan sarana prasarana umum, sarana prasarana distribusi energi dan juga rumah-rumah milik warga.

Desa Rembun, Desa Pamotan dan Desa Tawangrejeni, Kecamatan Dampir, Kabupaten Malang sebagai salah satu wilayah yang terdampak mendapatkan perhatian khusus dari Pertamina. Pada Sabtu (24/4) lalu bersama dengan Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, Pertamina melakukan tinjauan ke Desa Rembun dan juga sarana prasarana distribusi energi sebagai bentuk pengawasan penyaluran BBM pasca bencana gempa.

Dalam kesempatan tersebut, Pertamina Peduli juga hadir dalam mewujudkan tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) perusahaan bagi masyarakat yang terdampak bencana dengan memberikan bantuan berupa 400 sak semen. Bantuan ini diberikan dalam upaya untuk membantu meringankan beban korban gempa yang memerlukan dukungan dalam perbaikan rumah dan sarana umum milik bersama.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Jatimbalinus, Deden Idhani kepada Kepala Desa Rembun, Suliadi. Yang juga disaksikan oleh Direktur BBM BPH Migas, Patuan Alfon S. dan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Rahmat Kartala.

Alfon menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap Program Pertamina Peduli yang cepat tanggap akan kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa. ‘’Tidak hanya cepat tanggap terhadap memulihkan sarpras distribusi BBM yang terdampak karena gempa, namun Pertamina juga tanggap memberikan dukungan untuk perbaikan rumah-rumah milik warga,’’ ujar Alfon.

Pihaknya berharap bantuan material semen itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga bisa meringankan beban warga dalam memperbaiki rumah mereka yang hancur terdampak gempa. Penanganan bencana dan pemulihan pasca bencana sebagai salah satu peran Pertamina dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-13, menguatkan daya tahan dan kapasitas adaptasi terhadap bahaya hal-hal yang berkaitan dengan iklim dan bencana alam di seluruh wilayah Republik Indonesia. (ser/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button