MadiunSport

Persis Masih Sulit Menang, Suporter Demo

MADIUN – Persis Solo belum juga keluar dari tren negatif. Sore tadi (6/7), mereka harus puas bermain imbang 1-1 melawan Persik Kediri di Stadion Wilis. Hasil itu memperpanjang dahaga belum pernah menang pada tiga laga awal Liga 2 musim ini.

Saat ini, Persis berada di dasar klasemen sementara wilayah timur dengan mengumpulkan dua poin. Dari hasil dua kali seri dan sekali kalah. “Kami sebenarnya sudah berusaha sangat keras untuk bisa meraih tiga poin,” kata pelatih Persis Solo, Agus Yuwono seusai pertandingan.

Dalam pertandingan tersebut, Persis tertinggal lebih dulu oleh tandukan Septian Satria Bagaskara pada menit ke-83. Selang lima menit kemudian Persis baru berhasil menyamakan kedudukan lewat sepakan Dimas Galih Gumilang. “Saya sebenarnya merasa kurang puas dengan pertandingan ini. Tapi, faktor luck yang memaksa kami harus berbagi angka 1-1,” ujar coach Persik Kediri, Budiarjo Thalib.

Yang membuatnya kurang puas adalah Persis beberapa kali diuntungkan dengan kepemimpinan wasit Choirudin dari Jogjakarta. Beberapa kali pengadil lapangan itu membuat keputusan yang tak berpihak kepada timnya. Seperti sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh para pemain Persik selalu berujung kartu. Berbeda saat para penggawa Persis bermain kasar tak ada hadiah kartu kuning yang keluar dari saku wasit. “Akibatnya merugikan kami sehingga terjadinya gol balasan pada menit-menit akhir,” ungkap Budi.

Hasil imbang yang diraih Persis itu tentu membuat suporter jengah. Seusai pertandingan, mereka menyerukan perombakan manajemen dan jajaran pelatih. Suporter menuntut Catur Prasetya mundur dari kursi manajer Persis. Mereka juga menginginkan coach Agus Yuwono lengser dari jabatan pelatih kepala tim. (her)

sim ini.

Saat ini, Persis berada di dasar klasemen sementara wilayah timur dengan mengumpulkan dua poin. Dari hasil dua kali seri dan sekali kalah. “Kami sebenarnya sudah berusaha sangat keras untuk bisa meraih tiga poin,” kata pelatih Persis Solo, Agus Yuwono seusai pertandingan.

Dalam pertandingan tersebut, Persis tertinggal lebih dulu oleh tandukan Septian Satria Bagaskara pada menit ke-83. Selang lima menit kemudian Persis baru berhasil menyamakan kedudukan lewat sepakan Dimas Galih Gumilang. “Saya sebenarnya merasa kurang puas dengan pertandingan ini. Tapi, faktor luck yang memaksa kami harus berbagi angka 1-1,” ujar coach Persik Kediri, Budiarjo Thalib.

Yang membuatnya kurang puas adalah Persis beberapa kali diuntungkan dengan kepemimpinan wasit Choirudin dari Jogjakarta. Beberapa kali pengadil lapangan itu membuat keputusan yang tak berpihak kepada timnya. Seperti sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh para pemain Persik selalu berujung kartu. Berbeda saat para penggawa Persis bermain kasar tak ada hadiah kartu kuning yang keluar dari saku wasit. “Akibatnya merugikan kami sehingga terjadinya gol balasan pada menit-menit akhir,” ungkap Budi.

Hasil imbang yang diraih Persis itu tentu membuat suporter jengah. Seusai pertandingan, mereka menyerukan perombakan manajemen dan jajaran pelatih. Suporter menuntut Catur Prasetya mundur dari kursi manajer Persis. Mereka juga menginginkan coach Agus Yuwono lengser dari jabatan pelatih kepala tim. (her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button