NgawiSport

Persinga Lakukan Segalanya agar Lolos ke Liga 2

BANTUL, Jawa Pos Radar Ngawi – Dalam tiga pertandingan terakhir, performa Persinga benar-benar konsisten. Statistiknya adalah dua kali menang dan sekali seri. Situasi seperti itu membuat tactician Persinga Putut Widjanarko senang sekaligus waswas.

Senang karena pemain bermain sesuai instruksi. Waswas karena mental tanding Slamet ”Larso” Hariyadi dkk masih labil. Sementara, Persinga dituntut tampil konsisten saat menghadapi PSKC Cimahi (bukan Persekat Tegal) dalam laga penentuan tiket delapan besar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis sore (19/12).

Jika ingin lolos ke Liga 2, Laskar Ketonggo memang wajib menang atas klub asal Kota Cimahi tersebut. Sekalipun harus dilalui lewat adu penalti.

Dalam kesempatan Rabu (18/12), M. Adib Lutfi Al Mukhtar dan Fatkhur Ari Nurwahid memang dilatih terpisah. Mereka disiapkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk adu tos-tosan dalam duel versus PSKC hari ini.

Yang jelas, Putut menyatakan akan melakukan apa pun agar bisa melaju. Pihaknya memastikan akan bertarung habis-habisan kontra PSKC. Putut berharap permainan Larso dkk bisa seperti saat melawan Persiba Bantul Senin lalu (16/12). ‘’Pada fase knockout seperti ini pertahanan paling bagus tetap menyerang. Kami harus fight, tidak ada kata lain,’’ kata pelatih asal Surabaya itu.

Meski demikian, dia menyatakan bahwa organisasi pertahanan tetap harus dijaga. Seluruh pemain harus bermain disiplin dan penuh determinasi. Putut juga mengingatkan kepada sebelas pemain yang akan diturunkannya nanti untuk tidak terjebak pola strategi lawan. ‘’Semua pemain punya motivasi tinggi untuk menang di laga besok (sore nanti, Red). Mudah-mudahan bisa mendapatkan hasil maksimal,’’ harap mantan pelatih Semeru FC tersebut.

Yang pasti, dalam pertandingan nanti Putut tidak bisa memainkan Rachmad Sucipto. Karena dia terkena sanksi akumulasi kartu. Posisinya bakal digantikan oleh Nanda Helvrit. Di luar itu, pemain lainnya sudah siap tempur.

Menurut Putut, kesiapan pemain adalah faktor paling penting. Dengan begitu, dia tidak ingin mengambil risiko dalam berstrategi. ‘’Kami memang belum tahu persis kekuatan mereka. Tapi, dari gambaran, kekurangan dan kelebihan tim itu sudah kami ketahui,’’ ungkapnya.

Musim lalu Persinga gagal lolos ke Liga 2 setelah ditumbangkan Persik Kediri di fase knockout. Kenangan itu tentu masih melekat di benak manajemen tim. Manajer Persinga Faisol mengaku sangat menyadari situasi tersebut. Karena itu, banyak pekerjaan yang harus dibereskan saat menapaki lagi melawan PSKC Cimahi sore nanti. ‘’Dengan skuad yang ada sekarang dan ditangani pelatih yang berpengalaman, kami harap bisa lolos ke babak selanjutnya,’’ ucap Faisol. (tif/c1/her)

 

Asa Kembali ke Liga 2

PERSINGA semakin dekat dengan mimpinya kembali berkompetisi di strata kedua sepak bola nasional musim depan. Tim berjuluk Laskar Ketonggo itu hanya butuh satu kemenangan lagi kontra PSKC Cimahi (bukan Persekat Tegal) di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis sore (19/12).

Jika tim besutan coach Putut Widjanarko itu berhasil menang, mereka akan menapak ke babak 8 besar. Di fase tersebut, delapan klub selanjutnya akan dibagi dalam dua grup. Yaitu, grup barat dan timur.

Pertandingan bakal dilangsungkan dengan format home tournament mulai 22–26 Desember. Tiga besar di setiap grup akan lolos ke Liga 2. Sedangkan, juara masing-masing grup akan bertanding di partai final Liga 3 Nasional pada 29 Desember. Hanya, sampai dengan Rabu (18/12) PSSI belum menentukan kota mana yang menjadi tuan rumah 8 besar.

Tapi, berkaca dari kelayakan tempat, Stadion Petrokimia Gresik, Stadion Sultan Agung Bantul, dan Stadion Siliwangi Bandung berpeluang menjadi venue babak 8 besar.

Manajer Persinga Ngawi Faisol tak peduli akan main di mana saat 8 besar nanti. Karena pihaknya fokus mempersiapkan Slamet ”Larso” Hariyadi dkk menghadapi PSKC Cimahi. ‘’Mimpi kami lolos ke Liga 2,’’ katanya.

Begitu juga dengan Larso. Top skor klub itu hanya fokus pada pertandingan sore nanti. Dia berharap bisa mencetak gol kemenangan pada laga tersebut. ‘’Saya selalu berusaha tampil maksimal dengan mencetak gol sebanyak-banyaknya di setiap pertandingan,’’ ujar pemain asal Desa Pandansari, Kecamatan Sine, itu. (tif/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button