Madiun

Persediaan Vaksin Tak Sebanding dengan Kebutuhan

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun dilanda dilema. Itu terkait pelaksanaan vaksinasi gelombang kedua yang saat ini tengah berlangsung. Pasalnya, persediaan vaksin yang ada tak sebanding dengan tingkat kebutuhan. ‘’Rencananya, kiriman vaksin yang sudah diterima itu dipakai juga untuk suntikan kedua,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Amam Santosa, Kamis (4/3).

Februari lalu pemkab menerima 1.110 vial vaksin dari pusat melalui provinsi. Mengacu arahan pemerintah pusat, jatah vaksin sebanyak itu bisa untuk 11.100 dosis sekali suntik. Namun, pemkab tak mau ambil risiko. Disepakati bahwa satu vial digunakan untuk delapan kali suntikan. ‘’Untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan yang bersifat teknis. Contoh, sebelum vaksin disuntikkan kan perlu dicek dulu dengan sedikit disemprot agar tidak ada udara yang ikut masuk ke tubuh,’’ jelasnya.

Amam mengungkapkan, sejauh ini sebanyak 3.924 penerima telah disuntik. Jumlah suntikan pertama itu sudah mendekati batas maksimal kuota vaksin yang diterima. Sebab, direncanakan suntikan kedua juga bisa di-cover dengan 1.110 vial vaksin yang telah diterima itu. ‘’Strategi di lapangan seperti itu, agar ada jaminan bahwa yang sudah disuntik vaksin pertama mendapat suntikan kedua,’’ ujarnya.

Persoalannya, belum ada kepastian kapan vaksin bakal dikirim lagi. Sementara, masih ada ribuan calon penerima vaksin yang belum disuntik. Kalangan guru, misalnya, sedikitnya 7.699 pendidik PAUD, TK, SD, dan SMP yang diproyeksikan mendapat suntikan vaksin. ‘’Pelaksanaannya dijadwalkan sampai 8 Maret nanti,’’ sebutnya. ‘’Penjadwalan dari sekretariat daerah, kami pelaksana,’’ imbuhnya. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close