features

Pernik Kulit Buatan Hendro Telah Melanglang Berbagai Negara

Kulit sapi menjadi ladang rezeki bagi Hendro Suwignyo. Bahan itu disulap pria 34 tahun tersebut menjadi berbagai pernik, mulai gantungan kunci, dompet, hingga masker. Bagaimana proses pembuatannya?

SRI MULYANI-ELIT AS, Jawa Pos Radar Madiun

EKSPRESI Hendro Suwignyo tampak serius saat kedua tangannya membentangkan potongan kulit sapi di sebuah meja. Lalu, dia membuat pola di permukaan kulit menggunakan alat semacam besi runcing dan penggaris panjang. Tak lama kemudian, kulit sapi itu dipotong sesuai pola dengan cutter.

Setelah itu, Hendro meraih cat pigmen dan melumurkannya ke permukaan kulit sapi. Kemudian, kulit dikeringkan di bawah sinar matahari langsung selama sekitar 15 menit. ‘’Kalau cuma diangin-anginkan lebih lama keringnya,’’ kata warga Jalan Soekarno Hatta, Gang Galuan 1, Kelurahan Demangan, Taman, itu.

Proses produksi belum selesai. Kulit sapi yang telah kering lalu dijahit dengan tangan menggunakan benang mokasin dan jarum khusus kulit. Saat mengerjakan tahapan itu, Hendro mencermati betul agar tak ada lubang yang terlewatkan. ‘’Tahapan terakhir dengan teknik burnishing supaya pemukaan kulit menjadi halus dan disemir,’’ ujarnya.

Hendro menekuni kerajinan berbahan kulit sapi sejak 2018 lalu, beberapa saat setelah menikah. Keterampilan tersebut diperoleh dari rekannya yang terlebih dahulu menggeluti kerajinan serupa di Surabaya. ‘’Dulu modal awalnya sekitar Rp 5 juta,’’ sebut pria 34 tahun itu.

Selama ini Hendro membeli bahan baku kulit sapi dari perajin di Magetan dengan harga Rp 24 ribu per feet. Kulit yang biasa digunakan adalah jenis nabati dan crazy horse. Untuk tas ukuran 33×26 sentimeter biasanya menghabiskan sekitar 3 feet. ‘’Ciri khas kerajinan buatan saya adalah unsur handmade-nya,’’ ungkapnya.

Selain tas, kini Hendro mampu menghasilkan berbagai pernik berbahan kulit sapi. Mulai gantungan kunci, dompet, tempat korek, masker, pouch, hingga wadah hand sanitizer. Pun, meski hanya dipromosikan melalui media sosial, penjualannya sudah merambah berbagai daerah di tanah air. Bahkan, sampai luar negeri seperti Singapura, Amerika Serikat, dan Kanada. ”Saat ini yang paling laku wadah hand sanitizer,” tutur suami Kurnia Anindyayanti itu. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button